Bakat olahraga di daerah terpencil Indonesia sering terhambat oleh keterbatasan akses. Lapangan jauh, kompetisi jarang, dan biaya latihan mahal membuat talenta muda sulit berkembang.

Di Papua, pendekatan pembinaan mulai berubah. Fokus tidak hanya pada pencarian bibit, tetapi juga memperluas kesempatan melalui ekosistem latihan terstruktur.

>>> Cara Hapus File Besar WA di HP Android dan iPhone

Salah satu program unggulan adalah Papua Athletics Center (PAC), hasil kolaborasi PB PASI dan PT Freeport Indonesia. PAC menyediakan pembinaan intensif, pelatih, fasilitas, dan akses kompetisi nasional.

Sepanjang 2026, atlet muda PAC aktif di berbagai kejuaraan.

Setelah mempertahankan gelar juara umum di Jatim Open 2026, mereka turun di Jakarta Athletics League untuk menambah pengalaman.

Sekretaris Umum PB PASI, Jodi Mahardi, menekankan pentingnya kompetisi bagi atlet muda. "Mereka tidak hanya berlatih, tapi juga mendapatkan jam terbang untuk regenerasi atletik yang berkesinambungan," ujarnya.

Kompetisi rutin melengkapi latihan harian. Atlet belajar menghadapi tekanan, membangun percaya diri, dan mengevaluasi teknik.

Pendekatan ini melahirkan atlet baru seperti Yusuf Manakopeyau. Ia meraih medali perak lompat jauh dan debut di nomor tolak peluru U-18 dalam Jakarta Athletics League.

>>> PK Kemsley Tuding Dorit Biarkan Paspor Anak Kedaluwarsa Sebelum Liburan Eropa

Direktur Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, menyebut pencapaian Yusuf menunjukkan pembinaan yang baik di PAC. "Hasil dari pembinaan yang berjalan baik," katanya.

Menurut Claus, kompetisi berkelanjutan membentuk kesiapan mental dan teknik. PTFI bersama PB PASI berkomitmen melanjutkan pembinaan hingga level internasional.

PB PASI menilai munculnya atlet debutan yang langsung menyumbang medali menandakan regenerasi baru di Papua.

Jodi Mahardi mengatakan, "Lahirnya juara dari atlet debutan menegaskan potensi atletik Timur Indonesia terus mekar."

Sinergi pembinaan di daerah memperluas basis atlet nasional, tidak hanya bertumpu di Pulau Jawa. Prestasi olahraga tidak hanya ditentukan bakat, tetapi juga akses terhadap fasilitas, pelatih, dan kompetisi.

Wujud nyata komitmen Freeport adalah Mimika Sport Complex (MSC) senilai US$33 juta atau Rp462 miliar, rampung pada 2016 dan 2018.

>>> Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Pegawai Bea Cukai ke Pengadilan

Dengan akses yang terjangkau sejak muda, peluang lahirnya atlet baru dari berbagai daerah semakin terbuka. Papua menjadi contoh investasi pembinaan jangka panjang yang memperkuat regenerasi olahraga nasional.