Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengumumkan program skrining testosteron tahunan bagi personel militer berusia 30 tahun ke atas.

Program ini diluncurkan pada Rabu (15/7) dan akan menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan tahunan yang sudah diterima prajurit setelah mencapai usia 30 tahun.

>>> Amy Duggar Dukung Korban Pelecehan Seksual Sepupunya Joseph

Hegseth menekankan bahwa militer menghabiskan miliaran dolar untuk persenjataan dan perlengkapan, tetapi keunggulan taktis paling menentukan tetap pada personelnya.

Menurutnya, kadar testosteron yang tepat sangat penting untuk menjaga kesiapan tempur.

Prajurit yang lebih muda juga dapat mengikuti skrining secara sukarela.

Bagi mereka yang terdeteksi memiliki kadar testosteron rendah, akan ditawarkan terapi penggantian testosteron di bawah pengawasan dokter militer.

>>> Colin Dias Bantah Tuduhan Rencana Bunuh Mantan Istri

Namun, keputusan untuk menjalani pengobatan sepenuhnya berada di tangan prajurit.

Hegseth menegaskan bahwa program ini bukan tentang peningkatan buatan atau menciptakan prajurit super.

Tujuannya adalah memulihkan kemampuan alami prajurit, melindungi kesehatan jangka panjang, dan menjaga kesiapan fisik serta mental di medan perang.

>>> Comeback Dramatis Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Lautaro Martinez Pahlawan

Ia berulang kali mengaitkan testosteron dengan kesiapan tempur, dan mengatakan bahwa mengatasi kekurangan sejak dini akan membantu prajurit tetap berada di "ujung paling tajam dari daya mematikan" selama karier militer dan setelah pensiun.