Linda Anggrea Ungkap Strategi Buttonscarves Tetap Laris Meski Harga Tak Murah
Di tengah perang harga sengit di marketplace, brand hijab Buttonscarves justru mencatat pertumbuhan positif. Pendiri Linda Anggrea mengungkapkan strategi yang tidak ikut kompetisi harga murah.
Menurut Linda, kunci utama adalah mendengarkan pasar secara presisi. Langkah ini memangkas jarak antara produsen dan konsumen sehingga produk selalu relevan.
>>> Marvel Siapkan Lima Film Spider-Man Berikutnya, Termasuk Miles Morales Live-Action
"Jadi it's not anymore about what I want, but it's about what the customer wants.
Kita belajar kalau mendengarkan customer, jawabannya sudah ada di situ," ujar Linda saat ditemui di acara Buttonscarves Tropical Paradise Takeover: Under The Sea di Land's End, PIK2, Tangerang.
Buttonscarves membuka akses komunikasi langsung melalui direct message untuk menangkap masukan spesifik secara real-time. Mulai dari preferensi warna hingga detail cutting pakaian yang diinginkan konsumen.
Kecepatan merespons kebutuhan konsumen menjadi keunggulan kompetitif yang sulit ditiru kompetitor besar. Namun, Buttonscarves tidak bergerak spekulatif.
>>> Video Pokemon Fan Game 13 Tahun Lalu Jadi Alasan Penolakan Paten Nintendo
Setiap masukan konsumen divalidasi dengan data penjualan riil. Jika selaras dengan data bestseller, manajemen akan melipatgandakan produksi untuk meminimalisasi risiko produk tidak laku.
Di pasar domestik, ekspansi gerai fisik terus diperkuat hingga mendekati 60 toko di seluruh Indonesia. Setelah Bandung dan Malang, Buttonscarves bersiap melebarkan sayap ke Bekasi, Bogor, dan Kalimantan.
Untuk pasar internasional seperti Malaysia, perusahaan fokus memaksimalkan penetrasi digital melalui e-commerce dan TikTok. Langkah ini mengoptimalkan biaya operasional namun tetap menghasilkan pertumbuhan agresif.
>>> Pirates Kalahkan Yankees 5-3 di Extra Innings Setelah Comeback
Melalui kombinasi produk berbasis masukan konsumen, validasi data ketat, dan penguatan citra merek premium, Buttonscarves membuktikan industri hijab lokal mampu bertahan tanpa mengorbankan nilai produk.
Update Terbaru
Flamengo Hadapi Chapecoense di Serie A, 22 Juli 2026
Kamis / 23-07-2026, 07:16 WIB
Jadwal 7 Wakil Indonesia di 16 Besar China Open 2026: Jonatan Main
Kamis / 23-07-2026, 07:16 WIB
IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini, Cermati Level Support dan Resistance
Kamis / 23-07-2026, 07:16 WIB
Kredit UMKM Diproyeksikan Tumbuh Positif hingga Akhir 2026
Kamis / 23-07-2026, 07:15 WIB
Pemerintah Percepat Pengembangan Hidrogen untuk Transisi Energi
Kamis / 23-07-2026, 07:14 WIB
Serba-serbi Kasus Korupsi Pakan Satwa Kebun Binatang Surabaya Rp10,2 M
Kamis / 23-07-2026, 07:14 WIB
Satya, Desainer Down Syndrome, Wujudkan Mimpi Lewat Koleksi Pakaian Anak
Kamis / 23-07-2026, 07:14 WIB
Penjualan Mobil Baru Semester I 2026 Naik 2 Digit
Kamis / 23-07-2026, 07:14 WIB
AS dan Saudi Teken Kerja Sama Nuklir, Picu Kekhawatiran Proliferasi
Kamis / 23-07-2026, 07:14 WIB
Jadwal KRL Jogja-Solo 23 Juli 2026, Rute Tugu hingga Palur
Kamis / 23-07-2026, 07:14 WIB
Clavicular Dipertanyakan Soal Izin Medis dalam Gugatan Remaja Influencer
Kamis / 23-07-2026, 07:11 WIB
MA Tolak PK Eks Dirut Garuda Emirsyah Satar, Hukuman 10 Tahun Tetap
Kamis / 23-07-2026, 07:11 WIB
Pemilik Restoran Michelin di Korsel Terancam Bui Gegara Sajikan Sorbet Semut
Kamis / 23-07-2026, 07:11 WIB
Clavicular Dipertanyakan Soal Izin Medis dalam Gugatan Remaja Influencer
Kamis / 23-07-2026, 07:10 WIB







