Di tengah maraknya belanja online, bazaar offline tetap menjadi ajang interaksi langsung antara brand dan konsumen.

Bazar bisa menjadi ladang cuan yang lebih besar dibandingkan penjualan di e-commerce, asalkan dikelola dengan strategi yang tepat.

>>> Fuji Cosplay Jadi Nico Robin One Piece di Ultah Gala Sky, Curi Atensi

Kunci utama sukses berjualan di bazar terletak pada kecermatan membaca data pasar dan kesiapan operasional. Tanpa persiapan yang matang, investasi slot booth bisa berujung sia-sia.

Kurasi EO dan Riset Lokasi

Meta Handayani, pemilik brand Himeca Daily, menekankan pentingnya memilih penyelenggara acara yang tepat.

"Kalau mau ikut bazar lihat dulu EO-nya, target marketnya cocok atau tidak, biaya booth, dan operasional juga.

Masuk atau tidak cost-nya dengan hasil bazarnya itu sendiri," ujarnya dalam acara Glamlocal Meetup di Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).

Menurut Meta, setiap daerah memiliki preferensi gaya yang unik. "Event di Jakarta beda mall itu beda juga produk yang lakunya apa saja.

Di Bekasi itu panas biasanya yang pendek-pendek, kalau Bandung kan laku yang panjang," jelasnya.

Oleh karena itu, ia menyarankan pelaku usaha untuk menyiapkan stok yang relevan, mengukur luas booth untuk pengaturan display, serta membagi tugas tim secara jelas.

Himeca Daily menerapkan evaluasi harian untuk mengantisipasi kehabisan stok.

"Biasanya admin itu evaluasi barang mana yang restock, produk habis, dan tidak laku. Kita putar display setiap malam evaluasi," kata Meta.

Strategi Harga dan Display

Dalam menentukan target penjualan, Meta menyarankan angka yang realistis dengan memberi ruang bagi tim untuk mengejar bonus. Strategi harga sebaiknya tidak menyulitkan calon pembeli.