Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono langsung mematok agenda besar untuk membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di tengah sorotan terhadap dugaan penyimpangan, ia menegaskan pembenahan tidak hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

>>> 6.300 Pegawai PU Terindikasi Judi Online, Eselon IV Transaksi Rp 800 Juta

Menurut Sudaryono, sistem pengelolaan lembaganya ke depan harus dibangun secara transparan dan tidak lagi bergantung pada individu tertentu.

Ia bahkan mengajak publik serta media untuk ikut mengawasi pelaksanaan MBG.

"Yang tadinya gelap harus jadi terang, yang tadinya mungkin nggak transparan harus transparan, yang tadinya mungkin manual tergantung sama person-person, orang-orang, tidak boleh lagi tergantung sama person-person, harus bisa by system.

Trust in system," kata Sudaryono, dikutip Kamis (23/7/2026).

Sudaryono mengakui persoalan tata kelola di tubuh lembaganya sudah menjadi perhatian publik sehingga tidak mungkin lagi ditutup-tutupi.

Karena itu, ia memilih membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan laporan apabila menemukan pelanggaran dalam pelaksanaan program.

"Kalau ada misalnya dapur kok nggak bener misalnya, segera laporkan. Kami langsung investigasi," tegas Sudaryono.

>>> Mossad Dorong Trump Serang Kompleks Nuklir Iran, Ini Buktinya

Sudaryono memastikan seluruh laporan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar untuk melakukan pemeriksaan secara cepat demi menjaga kualitas MBG.

Selain mengajak masyarakat ikut mengawasi, ia menegaskan dirinya mendukung penuh proses hukum yang tengah berjalan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus dugaan penyimpangan di BGN.

Menurutnya, penanganan perkara merupakan kewenangan aparat penegak hukum dan lembaganya akan bersikap kooperatif apabila penyidik membutuhkan data maupun keterangan.

"Intinya, saya sebagai kepala badan yang baru, kami support apapun yang menjadi kebutuhan dalam penegakan hukum, kami akan berikan," ujar Sudaryono.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa kepemimpinannya akan menitikberatkan pada penguatan sistem pengawasan, digitalisasi tata kelola, serta peningkatan transparansi dalam pelaksanaan MBG.

Meski demikian, Sudaryono menyadari proses pembenahan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

Ia meminta dukungan dan doa dari masyarakat agar reformasi di tubuh lembaganya dapat berjalan sesuai harapan.

>>> Casio Rilis Jam Tangan Emas dengan Dial Hijau di AS

Diketahui, Sudaryono resmi ditunjuk presiden sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.