Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengakui masih terdapat persoalan dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia tidak menampik adanya temuan dugaan pelanggaran pada kepengurusan sebelumnya.

>>> Indonesia Bantah Tangkap Aktivis Palestina, Abdul Karim Bukan Ulama

Pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang muncul di BGN. Sudaryono memastikan pembenahan akan menjadi prioritas setelah resmi menerima amanah dari Presiden Prabowo Subianto.

"Kita tidak menafikan bahwa memang ada persoalan, bahkan ada pelanggaran. Kita juga tahu itu dan kita menyesalkan.

Karena itu kita ingin mendengarkan masukan yang konstruktif dari berbagai pihak," kata Sudaryono, Kamis (23/7/2026).

Sudaryono menegaskan bahwa pembenahan lembaga tidak bisa dilakukan oleh satu orang. Menurutnya, keberhasilan BGN bergantung pada kerja sama seluruh unsur di dalam organisasi.

"Ini kerja tim. Tidak ada superman, yang ada adalah supertim," tegasnya.

>>> Tunjangan Guru Kemenag Lulusan PPG 2025 Cair Mulai Pekan Depan

Ia akan bekerja bersama seluruh jajaran BGN dan berencana memperkuat sinergi dengan Agustina Arumsari serta Mayjen Trenggono.

Sudaryono juga membuka ruang bagi masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan agar pelaksanaan MBG semakin akuntabel.

Menurutnya, kritik yang membangun justru diperlukan agar berbagai kekurangan dapat segera diperbaiki.

Dengan konsep "supertim", ia berharap BGN mampu memperbaiki tata kelola program strategis tersebut sekaligus menjaga kepercayaan publik.

Pernyataan ini muncul di tengah perhatian publik terhadap dugaan korupsi dalam tata kelola MBG di BGN.

>>> Sarwendah Cabut dari Rumah Ruben Onsu, Akui Sering Didatangi Debt Collector Malam Hari

Di bawah kepemimpinan baru, pemerintah menargetkan program tetap berjalan sesuai sasaran dan memperkuat sistem pengawasan agar persoalan serupa tidak terulang.