Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membawa angin segar di awal masa kepemimpinannya.

Ia berjanji menghapus praktik rapat tertutup atau keputusan yang diambil secara sembunyi-sembunyi dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

>>> Iran Ancam Blokir Ekspor Minyak Negara Timur Tengah Jika Perang dengan AS

Sudaryono mengakui adanya persoalan tata kelola di tubuh lembaganya. Ia menegaskan seluruh proses pengambilan keputusan harus dilakukan secara terbuka dan transparan.

Menurutnya, budaya kerja yang mengandalkan pertemuan rahasia hanya akan memunculkan kecurigaan publik. Hal itu juga dapat menggerus kepercayaan terhadap program strategis pemerintah tersebut.

"Tadi saya bilang juga, kalau orang itu misalnya bisik-bisik, rapat-rapat rahasia, empat mata, ya sudah lah, kita terang-terangan saja.

Indonesia cerah, tidak perlu gelap-gelap. Kalau yang gelap-gelap itu biasanya mencurigakan, saya kira itu," kata Sudaryono, dikutip Kamis (23/7/2026).

Menurut Sudaryono, pembenahan tata kelola tidak cukup hanya melalui perbaikan sistem administrasi. Perubahan budaya kerja seluruh jajaran BGN juga harus dimulai.

Ia mengaku memiliki prinsip sederhana yang akan menjadi pedoman dalam memimpin lembaga tersebut. Seluruh pegawai, mitra kerja, hingga mitra dapur hanya perlu menjalankan tugas dengan mengedepankan kepentingan masyarakat.

"Saya punya prinsip tadi, love your people (cintai masyarakat) and use your common sense (gunakan akal sehat).

Jadi, kita didasari hati yang baik, mencintai rakyat, mencintai sesama, keluarga, saudara dan gunakan akal sehat," ujar Sudaryono.

Selain menata tata kelola internal, ia juga menyoroti derasnya arus informasi mengenai Program Makan Bergizi Gratis.

>>> Oppo Find X10 Series Bocor: Desain Kamera Baru dan Model Pro Max

Ia mengakui program unggulan pemerintah tersebut kerap menjadi bahan perbincangan hingga memunculkan berbagai informasi yang belum tentu benar.