Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran.

Ia menyatakan akan melindungi setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz dan membalas setiap serangan dengan menghancurkan infrastruktur penting Iran.

>>> Sudaryono: Percayalah pada Sistem, yang Tadinya Gelap Harus Jadi Terang

Dalam unggahan di Truth Social, Trump menegaskan bahwa sasaran balasan tidak hanya instalasi militer, tetapi juga jembatan dan pembangkit listrik.

Bahkan, target tersebut bisa berada di sekitar atau di dalam ibu kota Teheran.

"Mulai saat ini, setiap kali mereka menembaki kapal, baik dengan rudal, roket, drone, atau alat lainnya, kami akan membom dan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik, termasuk yang berada di dekat atau di Kota Teheran," tulis Trump, dikutip Kamis (23/7/2026).

>>> 6.300 Pegawai PU Terindikasi Judi Online, Eselon IV Transaksi Rp 800 Juta

Ultimatum ini disampaikan setelah AS melanjutkan operasi serangan terhadap target militer Iran selama 11 malam berturut-turut. Eskalasi konflik di Timur Tengah terus meningkat.

Di sisi lain, upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan belum menunjukkan kemajuan. Baik Washington maupun Teheran masih bertahan pada posisi masing-masing terkait keamanan di Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi perekonomian global, karena menjadi rute distribusi sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia saat damai.

>>> Mossad Dorong Trump Serang Kompleks Nuklir Iran, Ini Buktinya

Namun, aktivitas pelayaran kini terganggu akibat serangan yang dikaitkan dengan Iran, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi internasional.