Hari ke-12 Perang Pecah Lagi: Iran Masih 'Gagah' Balas Bombardir AS
Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Kamis (23/7), memasuki hari ke-12 konflik kedua negara meskipun telah ada kesepakatan gencatan senjata.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan ini bertujuan untuk semakin melemahkan kemampuan Iran, terutama dalam menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
>>> Lamine Yamal Ungkap Pesan Messi Usai Juara Piala Dunia 2026
"Pada pukul 17.30 ET hari ini, pasukan AS mulai melancarkan serangan lanjutan terhadap sasaran militer Iran atas arahan Panglima Tertinggi," tulis CENTCOM di platform X.
Gubernur Mohammad Mozaffari kepada kantor berita Tasnim menyatakan AS menyerang kota pesisir selatan Bushehr, termasuk situs gardu listrik di kawasan hingga memicu ledakan.
Serangan tersebut menghantam sebuah lokasi militer sekitar pukul 04.00 waktu setempat (00.30 GMT).
Media Iran melaporkan layanan darurat telah dikerahkan ke lokasi, dan rincian insiden masih dalam penyelidikan.
Wakil gubernur Provinsi Khuzestan menuturkan serangan rudal AS juga menghantam sebuah lokasi di pinggiran kota Andimeshk.
Kantor berita Fars melaporkan bahwa pasukan AS melancarkan serangan rudal kedua ke Provinsi Bushehr.
>>> Mesin Mobil Bergetar Saat RPM Rendah? Ini Penyebab dan Solusinya
Di Provinsi Khuzestan, sedikitnya tiga kota dilaporkan menjadi sasaran, termasuk Ramshir, di mana sebuah fasilitas aspal terkena serangan.
Ledakan juga terjadi di wilayah sekitar Ahvaz serta di Mahshahr.
Di Provinsi Hormozgan, ledakan terdengar di kota Sirik yang memiliki posisi strategis karena mengawasi Selat Hormuz.
Iran tidak tinggal diam dan melancarkan serangan balasan yang menyasar situs militer AS di Kuwait.
Menurut militer Kuwait, sistem pertahanan udara telah diaktifkan untuk mencegat serangan drone yang diluncurkan dari Iran.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait menyatakan bahwa suara ledakan berasal dari proses pencegatan drone oleh sistem pertahanan udara.
>>> Cara Daftar PKH dan BPNT 2026: Syarat, Dokumen, dan Penyaluran Tahap 3
"Seluruh masyarakat diminta untuk mematuhi instruksi keamanan dan keselamatan yang dikeluarkan oleh otoritas terkait," demikian bunyi pernyataan militer tersebut.
Update Terbaru
Bos DJP Tegaskan Pengawasan Rekening Bank Wajib Pajak Prosedur Biasa
Kamis / 23-07-2026, 10:43 WIB
Gatot Nurmantyo Ungkap Alat yang Bikin Pejabat Takut ke Jokowi
Kamis / 23-07-2026, 10:42 WIB
Autoclave Tiba, Proyek HPAL Vale di Morowali Makin Dekat Beroperasi
Kamis / 23-07-2026, 10:42 WIB
Emas 74 Kg di Rumah Febrie, Purnawirawan Jenderal Sebut Prabowo Bisa Jadi Target Selanjutnya
Kamis / 23-07-2026, 10:42 WIB
Ramalan Zodiak 23 Juli: Leo Jangan Terburu-buru, Virgo Perluas Pertemanan
Kamis / 23-07-2026, 10:42 WIB
Pintu Incubator Luncurkan Program Accelerator dan Residency untuk Desainer RI-Prancis
Kamis / 23-07-2026, 10:42 WIB
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional, Nasib Gesits Dipertanyakan
Kamis / 23-07-2026, 10:42 WIB
Motor Listrik BGN Tak Cocok untuk Kepala SPPG, Ini Nasibnya
Kamis / 23-07-2026, 10:42 WIB
Saksi Bantah Versi Polisi soal Baku Tembak di Madison
Kamis / 23-07-2026, 10:32 WIB
Colorado Rapids Hadapi San Diego FC Usai Istirahat Piala Dunia
Kamis / 23-07-2026, 10:31 WIB
Rick Devens Guncang Rumah Big Brother dengan Strategi Agresif
Kamis / 23-07-2026, 10:31 WIB
Sydney Taylor Cetak 31 Poin, Chicago Sky Kalah Tipis dari New York Liberty
Kamis / 23-07-2026, 10:29 WIB
Video Bystander Picu Protes Usai Penembakan Fatal di Wisconsin
Kamis / 23-07-2026, 10:29 WIB







