Pernahkah Anda merasakan getaran tidak wajar saat mobil berhenti di lampu merah? Gejala ini sering muncul pada putaran mesin rendah atau stasioner.

Getaran tersebut bisa mengganggu kenyamanan berkendara. Menurut Daihatsu Indonesia, masalah ini sebaiknya tidak diabaikan karena bisa berdampak pada komponen lain.

>>> Cara Daftar PKH dan BPNT 2026: Syarat, Dokumen, dan Penyaluran Tahap 3

Penyebab Utama Getaran Mesin

Salah satu penyebab paling umum adalah engine mounting yang sudah mengeras, retak, atau pecah. Komponen ini berfungsi sebagai peredam getaran mesin ke sasis.

Seiring waktu, karet pada engine mounting kehilangan kekenyalannya akibat panas mesin. Akibatnya, getaran langsung terasa di kabin, terutama saat mobil diam atau masuk gigi D.

Masalah pada sistem pengapian juga sering menjadi penyebab.

Busi yang kotor atau aus, serta koil pengapian yang lemah, membuat pembakaran tidak sempurna dan putaran mesin tidak stabil.

Throttle body dan Idle Speed Control (ISC) yang kotor akibat karbon juga bisa menghambat pasokan udara.

>>> Keluarga Celeste Rivas Tak Pahami Mengapa D4vd Diduga Gunakan Gergaji Mesin

Akibatnya, RPM turun di bawah normal dan memicu getaran hebat, bahkan mesin mati mendadak.

Faktor lain meliputi kampas kopling aus pada mobil manual, atau flywheel tidak rata.

Suplai bahan bakar yang tersendat karena filter bensin tersumbat atau pompa bensin lemah juga bisa menyebabkan tenaga mesin tidak konsisten.

Langkah Penanganan

Jika getaran mulai terasa, segera periksakan mobil ke bengkel terpercaya. Deteksi dini dapat mencegah kerusakan lebih parah dan biaya perbaikan yang lebih besar.

>>> Kepala BGN Sudaryono Akui Terlibat Pembahasan Awal Program MBG

Perawatan rutin seperti membersihkan throttle body, mengganti busi sesuai jadwal, dan memeriksa engine mounting dapat membantu menjaga kenyamanan berkendara.