Kepala Biro Politik Hamas yang baru, Khalil Al Hayya, mengumumkan enam agenda prioritas dalam pidato pertamanya yang disiarkan televisi pada Rabu (22/7).

Agenda utama yang disampaikan Al Hayya adalah penghentian total serangan Israel dan penarikan seluruh pasukan Zionis dari Gaza.

>>> China Open 2026: Tiga Skor Telak di Babak 16 Besar, Akane Menang 21-1

Ia menyerukan negara-negara mediator untuk menekan Israel agar menerapkan perjanjian yang ada dan melanjutkan ke fase berikutnya.

Prioritas kedua menyangkut kehidupan masyarakat Gaza, termasuk menciptakan kondisi hidup yang layak, menggagalkan rencana penggusuran, mempercepat rekonstruksi, dan mengamankan pembebasan tahanan.

Sejak agresi Israel dimulai, Gaza mengalami kehancuran parah dengan lebih dari 72.000 warga tewas dan ratusan ribu luka-luka.

Prioritas ketiga adalah mencapai persatuan Palestina melalui dialog nasional segera untuk membangun kembali lembaga-lembaga Palestina, khususnya PLO.

>>> Galaxy Watch 9 dan Watch Ultra 2 Hadirkan Konektivitas Nirkabel Lebih Canggih

Keempat, memperkuat hubungan Hamas dengan negara-negara Arab dan Muslim.

Kelima, memobilisasi negara-negara Arab dan Muslim untuk mengambil tindakan efektif guna menghentikan apa yang disebutnya sebagai "mesin pembunuh dan genosida" Israel serta mendukung hak-hak Palestina.

Prioritas keenam adalah mendesak komunitas internasional dan PBB untuk melindungi warga Palestina dan meminta pertanggungjawaban para "penjahat perang" Israel.

>>> Kapasitas Baterai Galaxy Watch 9: Seberapa Besar Peningkatannya?

Al Hayya terpilih sebagai kepala biro politik Hamas setelah pemilihan internal, menggantikan Yahya Sinwar yang tewas dalam bentrok dengan pasukan Israel di Rafah pada Oktober 2024.