Banyak orang masih beranggapan kebutuhan air putih harian adalah dua liter. Padahal, jumlah cairan yang dibutuhkan setiap orang bisa berbeda.

Dokter spesialis penyakit dalam dari RS Brawijaya Duren Tiga, Jessica Marsigit, menjelaskan bahwa kebutuhan cairan idealnya dihitung berdasarkan berat badan.

>>> IHSG Menguat 1,51 Persen ke Level 6.430 pada Sesi I

"Sebetulnya hidrasi per hari itu minimal 30 cc per kilogram berat badan.

Jadi misalnya berat badan 50 kilogram, kebutuhan cairannya sekitar 1,5 sampai 2 liter per hari," ujar Jessica dalam talkshow di CNN Indonesia Wellnest Festival Vol.

2, Rabu (22/7).

Jessica juga mengingatkan agar tidak menunggu rasa haus untuk mulai minum. Saat haus muncul, tubuh sebenarnya sudah mulai kekurangan cairan.

"Jangan dipaksa sampai haus baru minum.

Justru kita mencegah jangan sampai haus, jangan sampai kita capek, jangan sampai otot kita capek baru kita minum," tuturnya.

>>> Kemenperin Siapkan Sanksi bagi Perusahaan yang Tak Lapor SIINas dan Tolak Sensus Ekonomi 2026

Life coach sekaligus founder Primafit, Brian Bildt, mengaku baru menyadari dirinya dehidrasi setelah pemeriksaan kesehatan.

Meski merasa sudah hidup sehat dan rutin olahraga, hasil cek darah menunjukkan darahnya terlalu kental.

"Waktu cek darah, dokter bilang darah saya terlalu kental dan ternyata saya dehidrasi. Karena itu sekarang saya mulai rajin minum air setiap jam atau setiap dua jam.

Jadi balik lagi ke kesadaran," kata Brian.

Menurut Brian, banyak orang baru minum ketika haus. Padahal, kebiasaan itu tidak selalu mencukupi kebutuhan cairan tubuh, terutama bagi yang aktif berolahraga.

>>> Pixel Watch 5 Dikabarkan Bawa Chip Lama, RAM Naik Jadi 3GB

"Yang penting itu kita sadar kebutuhan cairan tubuh kita. Jangan menunggu haus baru minum," ujarnya.