Setelah berolahraga, banyak orang langsung mencari air putih untuk melepas dahaga. Namun, apakah air putih saja sudah cukup untuk memulihkan tubuh setelah kehilangan banyak keringat?

Dokter spesialis penyakit dalam dari Brawijaya Hospital, Jessica Marsigit mengatakan, kebutuhan cairan setelah olahraga bergantung pada intensitas aktivitas.

>>> Vozinha Kalahkan Unai Simon di Best 11 Piala Dunia 2026

Jika tubuh kehilangan banyak keringat, air putih saja belum tentu cukup.

"Kalau kita mau lari atau olahraga, sebetulnya hidrasi itu harus dimulai minimal dua sampai tiga hari sebelumnya.

Hidrasi, nutrisi, dan tidur harus cukup, jadi bukan fokus hanya di hari H," ujar Jessica dalam talkshow di CNN Indonesia Wellnest Festival Vol.

2 di South Quarter Dome, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (22/7).

Menurut Jessica, saat berolahraga, tubuh tidak hanya kehilangan air, tetapi juga elektrolit yang keluar bersama keringat. "Keringat itu, kan, sebetulnya air bercampur garam.

Makanya yang disarankan minumnya isotonik, karena bukan hanya mengandung air, tapi juga elektrolit seperti natrium dan magnesium," jelasnya.

Ia menjelaskan, elektrolit berperan menjaga keseimbangan cairan tubuh sekaligus membantu kerja otot selama dan setelah aktivitas fisik.

Kehilangan elektrolit yang tidak segera diganti dapat meningkatkan risiko kram hingga kelelahan.

Untuk olahraga ketahanan seperti lari jarak jauh, Jessica menyebut beberapa atlet menerapkan strategi hidrasi bertahap.

"Misalnya setiap 2 kilometer minum air putih, lalu setiap 5 kilometer minum isotonik atau energy gel. Itu salah satu strategi yang banyak digunakan," ujarnya.

>>> Apakah Film Juminten Edan (2026) Bakal Lanjut Season 2?

Dehidrasi Jadi Risiko Terbesar saat Olahraga

Dehidrasi merupakan salah satu kondisi paling berbahaya saat berolahraga. "Saya merasa pola hidup saya sudah cukup baik dan rajin olahraga.