Belanja Produk Lokal Bisa Dongkrak Ekonomi 1,71%, Kemenperin Minta Impor Diganti Produksi Dalam Negeri
Pemerintah terus mendorong belanja produk dalam negeri sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan bahwa mengganti produk impor dengan produk lokal dalam pengadaan pemerintah dan BUMN berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 1,71 persen.
>>> Arus Dana ETF Bitcoin Berbalik Positif, Capai Rp1,36 Triliun dalam Sepekan
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) bukan sekadar kebijakan pengadaan.
Menurutnya, program ini merupakan strategi untuk memperkuat struktur industri manufaktur nasional.
"Setiap belanja terhadap produk dalam negeri akan memberikan efek berganda yang menggerakkan sektor industri, meningkatkan permintaan bahan baku lokal, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Agus saat membuka P3DN Summit 2026 Lintas Kementerian di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Berdasarkan simulasi Badan Pusat Statistik (BPS), jika belanja pemerintah dan BUMN terhadap produk impor senilai Rp400 triliun dialihkan menjadi pembelian produk dalam negeri, kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 1,71 persen.
Substitusi impor itu juga diperkirakan mampu menciptakan tambahan output ekonomi mencapai Rp627,58 triliun.
"Hal ini menunjukkan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan untuk produk dalam negeri akan memberikan manfaat ekonomi yang jauh lebih besar bagi Indonesia dibandingkan apabila dialokasikan untuk produk impor," kata Agus.
Hasil kajian Peneliti Ekonomi bersama Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P4DN) Kemenperin menunjukkan setiap Rp1 belanja produk dalam negeri mampu menghasilkan multiplier effect sebesar 2,2 terhadap perekonomian nasional.
Artinya, setiap Rp1 yang dibelanjakan untuk produk lokal berpotensi menciptakan output ekonomi senilai Rp2,2 melalui peningkatan aktivitas industri manufaktur, penyerapan tenaga kerja, hingga bertambahnya nilai tambah di dalam negeri.
Update Terbaru
Menguak Tragedi Ledakan Rumah Mewah di Grand Polonia Medan: Peran Pipa Gas Tanam dan Jeritan Korban yang Tertimbun
Kamis / 23-07-2026, 13:57 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 24 - 26 Juli 2026
Kamis / 23-07-2026, 13:56 WIB
Jimmy Kimmel Bawakan Premiere Musim Kelima Who Wants to Be a Millionaire
Kamis / 23-07-2026, 13:50 WIB
Internacional vs Cruzeiro: Laga Perdana Usai Jeda Piala Dunia
Kamis / 23-07-2026, 13:50 WIB
BI Borong SBN Rp188,68 Triliun hingga Juli 2026 untuk Jaga Likuiditas Pasar
Kamis / 23-07-2026, 13:49 WIB
IHSG Menguat 13%, Astronacci: Sinyal Big Bottom Mulai Terwujud
Kamis / 23-07-2026, 13:49 WIB
Pramono Anung: Orang yang Tinggalkan Partai Tak Pernah Jadi Besar
Kamis / 23-07-2026, 13:49 WIB
Tren Unik di China: Pemilik Mobil Listrik Ganti Model Baru Secepat Ganti Ponsel
Kamis / 23-07-2026, 13:49 WIB
7 Inspirasi Padu Padan Kebaya Modern untuk Dipakai Sehari-hari
Kamis / 23-07-2026, 13:49 WIB
Sheila Dara Ungkap Kisah Emosional di Balik Kebaya dalam Film Jalan Pulang
Kamis / 23-07-2026, 13:47 WIB
XLSmart Siap Perluas 4G-5G Usai Menang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz
Kamis / 23-07-2026, 13:46 WIB
Mitsubishi Pilih Hybrid, Bukan Mobil Listrik Murni di Indonesia
Kamis / 23-07-2026, 13:46 WIB







