Saat sedang sakit, banyak orang bingung apakah tetap boleh berolahraga atau harus istirahat total. Apalagi jika gejalanya ringan, keinginan untuk menjaga rutinitas olahraga sering muncul.

Namun, memaksakan diri saat tubuh melawan infeksi bisa memperburuk kondisi atau memperlambat pemulihan. Lalu, bagaimana aturan yang tepat?

>>> Link Cek Desil Kemensos Juli 2026, Begini Cara Mengetahui Status DTSEN Pakai NIK KTP

Aturan 'Neck Check' dari Dokter

Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Heather Rainey, MD. , dari Cleveland Clinic menjelaskan bahwa berolahraga saat sakit umumnya tidak dianjurkan.

Aktivitas fisik yang dipaksakan dapat memperburuk gejala, meningkatkan risiko cedera, dan memperpanjang masa pemulihan.

Untuk membantu menentukan, dr. Rainey menyarankan melakukan 'neck check'. Jika gejala hanya di atas leher seperti hidung berair atau tersumbat, olahraga ringan mungkin aman.

>>> Prabowo Tetap Beri Tugas Nanik di Program MBG Meski Diganti Sudaryono

Jika hasil 'neck check' menunjukkan gejala ringan di atas leher, kurangi intensitas latihan sekitar 50%. Pilih aktivitas ringan seperti jalan kaki, yoga, atau angkat beban ringan.

Kondisi berbeda jika gejala meliputi demam, sesak napas, mual, muntah, diare, nyeri otot, atau kelelahan berat. Dalam kasus ini, sebaiknya tidak berolahraga dan istirahat total.

>>> Vietnam Kehilangan Dua Pemain Inti Jelang Piala AFF 2026, Kim Sang-sik Tetap Percaya Diri

Tubuh membutuhkan energi untuk melawan infeksi. Memaksakan olahraga saat gejala sistemik justru dapat memperlambat pemulihan dan berisiko menularkan penyakit ke orang lain.