Presiden Prabowo Subianto resmi mengganti Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah Nanik S. Deyang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Meski tidak lagi memimpin, Nanik tetap diberi tugas oleh Presiden.

>>> Vietnam Kehilangan Dua Pemain Inti Jelang Piala AFF 2026, Kim Sang-sik Tetap Percaya Diri

Nanik mengungkapkan telah menyampaikan permohonan pengunduran diri kepada Presiden sebelum berangkat ke luar negeri untuk perawatan penyakit jantung.

Presiden menerima pengunduran dirinya, namun meminta ia tetap berkontribusi mengawasi kinerja BGN.

"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya.

Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," kata Nanik melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Rabu (22/7/2026).

Menurut Nanik, Presiden berencana membentuk Dewan Pengawas BGN dan memintanya menjadi ketua lembaga tersebut.

"Kemungkinan Presiden akan membentuk dewan pengawas di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya," ujarnya.

Nanik menjelaskan keputusan berobat ke luar negeri diambil untuk memperoleh opini medis kedua terkait penyakit jantung yang dideritanya.

Ia menegaskan langkah tersebut tidak mengurangi kepercayaannya terhadap layanan kesehatan dalam negeri.

Meski mundur dari jabatan Kepala BGN, Nanik memastikan pembenahan di tubuh BGN akan tetap berlanjut.

Sebelum mengundurkan diri, ia mengaku telah melakukan pergantian lima pejabat eselon I serta membentuk 11 tim reformasi untuk mengevaluasi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Ia juga menyatakan tetap akan mengawal keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), meski tidak lagi berada di posisi pimpinan.

>>> Komdigi dan BPI Danantara Siapkan Jalur Karier Talenta AI ke BUMN