Trump Ancam Serang Pickaxe Mountain, Fasilitas Nuklir Bawah Tanah Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali meningkatkan ketegangan dengan Iran. Ia mengancam akan menyerang fasilitas nuklir bawah tanah Pickaxe Mountain.
Ancaman itu disampaikan Trump saat bertemu Presiden Lebanon Joseph Aoun di Gedung Putih. Ia mengaku sengaja mengumumkan target operasi meski biasanya tidak pernah mengungkap sasaran militer sebelum serangan.
>>> Poco X8 Kantongi Sertifikasi Ganda, Peluncuran Semakin Dekat
"Kita akan segera menyerang daerah itu, dan dengan sangat gencar," ujar Trump.
Latar Belakang Serangan
Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer Iran. Sasaran meliputi pusat operasi militer, fasilitas maritim, hanggar pesawat, lokasi penyimpanan drone, dan infrastruktur logistik.
CENTCOM menuduh Iran menyerang lebih dari 30 kapal dagang di Selat Hormuz dalam tiga bulan terakhir. Tindakan itu dinilai mengancam keselamatan pelaut sipil dan kebebasan navigasi internasional.
"Serangan yang tidak beralasan tersebut telah membahayakan ratusan pelaut yang tidak bersalah," demikian pernyataan CENTCOM.
Respons Iran
Ancaman Trump langsung memicu respons dari Teheran. Komando militer Khatam Al-Anbiya menegaskan serangan terhadap fasilitas nuklir akan dianggap sebagai perluasan perang di kawasan.
Iran memperingatkan akan menyerang kepentingan AS, sekutunya, serta pihak yang mendukung Washington jika ancaman itu direalisasikan.
>>> 7 Rekomendasi Lip Gloss Bening untuk Bibir Plumpy dan Berkilau
Media pemerintah Iran melaporkan sistem pertahanan udara telah diaktifkan setelah ledakan terdengar di sejumlah wilayah.
Profil Pickaxe Mountain
Pickaxe Mountain atau Kuh-e Kolang Gaz La berada sekitar 220 kilometer di selatan Teheran. Kompleks bawah tanah itu hanya berjarak sekitar dua kilometer dari fasilitas pengayaan uranium Natanz.
Menurut laporan The Guardian, fasilitas itu dibangun hampir 100 meter di dalam gunung agar tahan terhadap serangan udara.
Pembangunannya dimulai pada 2020 setelah Iran melaporkan sabotase di Natanz.
Lokasi tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan sentrifugal canggih dalam proses pengayaan uranium.
>>> BYD Resmi Jadi Mitra PSG dan Manchester City, Perkuat Eksistensi di Sepak Bola Eropa
Kepala IAEA Rafael Grossi sebelumnya mengatakan Iran cenderung menempatkan fasilitas nuklir paling sensitif di bawah tanah sebagai strategi perlindungan.
Update Terbaru
CELIOS: UU PFII Berpotensi Hambat Indonesia Jadi Anggota Penuh OECD
Rabu / 22-07-2026, 16:21 WIB
Chandra Asri Group Siapkan Investasi USD1 Miliar untuk CA-EDC Tahap II
Rabu / 22-07-2026, 16:21 WIB
ACC dan TAF Targetkan Pembiayaan Rp2 Triliun di GIIAS 2026
Rabu / 22-07-2026, 16:21 WIB
Wapres Setara Menko? Ini Fakta Konstitusi yang Dilupakan di Tengah Drama Kursi Gibran
Rabu / 22-07-2026, 16:21 WIB
Sinopsis Drakor A Shop for Killers 2: Lee Dong Wook Kembali Jadi Pembunuh Bayaran
Rabu / 22-07-2026, 16:21 WIB
Arizona Diamondbacks Panggil Kohl Drake untuk Debut MLB
Rabu / 22-07-2026, 16:01 WIB
Colman Domingo Sindir Kritik Rasial terhadap Casting Lupita Nyong'o di The Odyssey
Rabu / 22-07-2026, 16:00 WIB
Jay Feely Raih Nominasi Partai Republik untuk Distrik Pertama Arizona
Rabu / 22-07-2026, 16:00 WIB
BGN Temukan SPPG Miliki Dua Virtual Account, Dana Rp311 Miliar Dikembalikan
Rabu / 22-07-2026, 16:00 WIB
Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM, Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Rabu / 22-07-2026, 16:00 WIB
Cholil ERK dan Eka The Brandals Masuk Badan Pengawas dan Pengurus KontraS
Rabu / 22-07-2026, 16:00 WIB
Toluca Jamu Pumas di Apertura 2026, Catat Rekor Tak Terkalahkan
Rabu / 22-07-2026, 15:56 WIB
Hulu Rilis Dokumenter tentang Kaitan Keluarga Charles Manson
Rabu / 22-07-2026, 15:56 WIB
Modernisasi Pabrik Aspal di Taiwan Jadi Contoh Infrastruktur Berkelanjutan untuk Asia
Rabu / 22-07-2026, 15:56 WIB







