Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan ancaman serangan ke fasilitas nuklir bawah tanah.

Trump menyebut Amerika Serikat siap melancarkan serangan ke lokasi penyimpanan sentrifus di kawasan Pickaxe Mountain, Natanz.

>>> Pakar Curigai Asal-usul Aset Eks Jampidsus: Kalau Legal, Mengapa Disembunyikan?

"Kami akan menyerang area itu dengan sangat keras, mungkin dalam waktu dekat, dan tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk mencegahnya," ujar Trump.

Pernyataan itu disampaikan setelah laporan intelijen Israel menyebut Iran memindahkan sentrifus canggih dan uranium yang diperkaya ke fasilitas bawah tanah tersebut.

Pickaxe Mountain telah lama menjadi perhatian badan intelijen Israel karena dibangun jauh di bawah permukaan tanah sehingga sulit dijangkau serangan udara.

Laporan CNN sebelumnya menyebut Iran memperkuat perlindungan dengan meruntuhkan terowongan dan memasang ranjau di pintu masuk.

>>> Gerindra Buka Suara soal Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet

Iran diperkirakan memiliki sekitar 440 kilogram uranium dengan tingkat pengayaan tinggi yang menjadi sasaran utama AS dan Israel.

Sumber intelijen Israel mengatakan aktivitas pembangunan di Pickaxe Mountain meningkat setelah perang 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni 2025.

Sebelumnya, AS telah menyerang fasilitas nuklir Fordow, Natanz, dan Isfahan, namun Pickaxe Mountain tidak menjadi sasaran.

>>> Viral Campuran Pasta Gigi dan Lemon untuk Memutihkan Wajah, Ini Kata Pakar

Seorang pejabat senior Israel memperingatkan adanya indikasi Iran kembali memperkuat kemampuan militernya dan bersiap menghadapi konflik berikutnya.