Senator AS John Fetterman mengecam Presiden Donald Trump pada 19 Juli 2026 karena kembali mengangkat klaim tak berdasar mengenai pemilihan presiden 2020.

Fetterman menyebut pernyataan Trump sebagai gangguan yang tidak membantu di tengah tantangan nasional yang kritis.

>>> Kevin Feige Ungkap Rencana MCU hingga 2042, X-Men Jadi Inti

Kritik itu disampaikan setelah Trump dalam pidato kenegaraan pada 16 Juli menuduh China campur tangan dalam pemilu AS sebelumnya.

Berbicara di CNN's State of the Union, Fetterman mendesak pemerintahan untuk fokus pada konflik saat ini, termasuk perang di Iran.

"Saya tidak tahu mengapa presiden mengungkit semua ini," kata Fetterman di acara CNN pada 19 Juli. "Anda presiden.

Lakukan sesuatu yang positif, dan Anda malah bicara tentang 2020."

Fetterman menekankan bahwa pemilu 2020 telah berlangsung lebih dari enam tahun lalu. Ia memperingatkan bahwa mengulang masalah itu mengalihkan perhatian dari kebijakan luar negeri yang mendesak.

"Itu sudah selesai lebih dari enam tahun lalu," ujar Fetterman. "Ini sangat tidak membantu dan mengganggu hal-hal penting, terutama perang Iran saat ini."

Membela integritas prosedur pemilu di negara bagiannya, Fetterman menyoroti keamanan pemilu Pennsylvania dari pengalamannya sebagai wakil gubernur saat pemilu 2020.

"Itu adalah suara Pennsylvania, dan mereka memilih Joe Biden pada 2020. Itu fakta," tegasnya.

Menanggapi tuduhan tentang pemilih ilegal, Fetterman menyatakan tidak ada bukti yang mendukung klaim pemilih non-warga negara. "Tidak ada bukti, dan saya tidak berharap akan melihatnya," katanya.

>>> Hasbro Rilis Action Figure The Legend of Zelda Pertama dari Tears of the Kingdom

Ia juga mengingatkan bahwa dari 67 county di Pennsylvania, sebagian besar adalah county merah yang tidak pernah menemukan kecurangan.