Kisah seorang wanita bernama Melissa Bonauli viral di media sosial setelah mengungkap dugaan pelecehan seksual yang dialaminya saat kuliah.

Peristiwa itu terjadi sekitar 10 tahun lalu, tepatnya pada tahun 2015.

>>> Manga Kai-hen Wizards Karya Yellow Tanabe Kembali pada 29 Juli

Melissa merupakan alumni Oseanografi Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip) angkatan 2010. Ia memberanikan diri bersuara melalui akun Threads @bonabon.

"Hai! Aku bona.

Aku mau speak up ttg kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh dosen pembimbing di ****. Aku tau ada banyak korban lainnya.

So i will go first...." tulisnya.

Kronologi Pelecehan

Peristiwa bermula saat Melissa hendak lulus pada pertengahan 2015. Seorang dosen berinisial D tiba-tiba mencatutkan namanya sebagai dosen pembimbing skripsi ketiga.

Dosen tersebut saat itu menjabat sebagai Kepala Program Studi (Kaprodi). Melissa mengaku sering dimarahi karena nilai yang kurang memuaskan, bahkan disuruh pindah jurusan.

Puncak pelecehan terjadi saat bimbingan di lorong dan ruang dosen yang sepi. Usai bimbingan, pelaku memeluk korban secara paksa dan meminta ciuman.

Melissa berhasil melawan dan melarikan diri. Namun, pelaku kemudian mengirim SMS berisi permohonan maaf dan melarangnya menceritakan kejadian tersebut.

>>> Keluarga Chadwick Boseman Minta Pengadilan Copot Janda sebagai Administrator Warisan

Dampak Psikologis dan Trauma

Insiden itu meninggalkan trauma mendalam bagi Melissa. Ia mengaku merasa seperti "zombi" dan harus memakai topeng agar terlihat normal di luar.

"Di luar, gue tampak biasa aja, ketawa, ngobrol, have fun. Begitu masuk kamar, topengnya dilepas.

Gue membungkus diri gue, mencoba menghapus ingatan akan perbuatan D. Nangis sampai ketiduran, itu yang gue lakuin tiap hari," kenangnya.