Interscope Records memutus kontrak dengan penyanyi D4vd delapan bulan setelah ia diduga membunuh Celeste Rivas, seorang remaja berusia 14 tahun.

Louis Poimiroo, wakil presiden senior keuangan Interscope, bersaksi pada hari kedua sidang pendahuluan D4vd, Rabu (22/7/2026).

>>> Bintang 'Top Chef' Eric Adjepong Dilarang Dekati Anak Akibat Dugaan Kekerasan

Ia mengonfirmasi kontrak D4vd melalui Mogul Vision dihentikan pada Desember 2025 dan tidak ada pembayaran yang dilakukan pada 2026.

Jaksa penuntut menduga D4vd menikam Celeste hingga tewas di rumahnya di Hollywood Hills pada 23 April 2025. Hanya tiga hari kemudian, ia merilis album studio debutnya, "WITHERED."

Poimiroo bersaksi bahwa Interscope membayar D4vd dan entitas terkait lebih dari $5,1 juta antara 2022 dan 2025, termasuk sekitar $2,3 juta pada 2025 saja.

Pembayaran tersebut mencakup dana rekaman, biaya hukum dan manajemen, serta pengeluaran lain terkait karier musiknya.

Eksekutif tersebut mengatakan perjanjian rekaman D4vd memiliki nilai potensial minimum $7 juta dan bisa mencapai $19 juta jika Interscope menggunakan opsi untuk album tambahan.

>>> Kapolri dan Kakorlantas Tinjau Bazar Bhayangkari, Dukung UMKM

Label juga mendapat bagian dari kemitraan merek dengan Bose, Hollister, Crocs, dan AMC.

Saksi lain pada hari Selasa memperkirakan D4vd menghasilkan sekitar $12 juta antara 2023 dan 2025.

Saksi juga mengatakan D4vd menerima uang muka $600.000 setelah menandatangani kontrak dengan Interscope pada 2022, diikuti pembayaran lebih besar kemudian.

Hari pertama sidang menampilkan foto-foto mengerikan dari sisa-sisa jenazah Celeste, yang disaksikan orang tuanya dari galeri ruang sidang.

Seorang penyidik juga bersaksi bahwa petugas melihat tato nama Celeste di jari D4vd selama proses penahanan.

>>> Studi di Jepang: Autofagi Bisa Perbaiki Fungsi Otak yang Hilang

Jaksa Wilayah Los Angeles County Nathan Hochman mengatakan hukuman mati masih menjadi opsi. D4vd telah mengaku tidak bersalah.