Sekelompok sekitar 40 domba Cotswold dan Lincoln melakukan lebih dari sekadar memotong rumput di Westmill Solar, perbatasan Oxfordshire dan Wiltshire, Inggris selatan.

Hewan-hewan itu merumput di antara lebih dari 20.000 panel surya, menjaga tanaman dominan tetap terkendali, dan menggunakan panel sebagai tempat berlindung dari angin dan hujan.

>>> Resident Evil 4 Remake Tembus 16,8 Juta Kopi, Jadi Remake Terlaris Generasi Ini

Hasilnya menjadi pelajaran praktis bagi industri tenaga surya.

Lahan bersih tidak otomatis menjadi cagar alam, tetapi Westmill menunjukkan bahwa perencanaan desain panel, jadwal penggembalaan, dan pengelolaan habitat secara bersamaan dapat menghasilkan listrik, mendukung peternakan, dan menciptakan kondisi lebih baik bagi satwa liar.

Satu Lahan Dua Fungsi

Westmill adalah contoh agrivoltaik, yaitu memproduksi listrik tenaga surya dan produk pertanian di lahan yang sama.

Taman surya seluas 30 hektar ini menghasilkan sekitar 4,5 gigawatt-jam per tahun, cukup untuk rata-rata 1.600 rumah, sekaligus menghindari sekitar 1.820 ton karbon dioksida per tahun saat menggantikan pembangkit gas.

Mengapa Domba?

Lokasi surya membutuhkan vegetasi rendah agar tidak menaungi peralatan dan menghalangi akses perawatan. Domba dapat menjangkau area di bawah panel yang sulit dijangkau mesin.

Mereka mengubah pertumbuhan tanaman menjadi pangan sekaligus mengurangi kebutuhan pemotongan rumput berulang atau pengendalian kimia.

Westmill tidak sekadar memagari panel dan melepas domba.

Setelah konstruksi, lahan ditanami campuran tanaman lokal, dan penggembalaan teratur membantu mencegah satu spesies dominan mengalahkan bunga liar yang lebih halus.

Proyek ini menyebutnya sebagai "gangguan menengah".

Tekanan penggembalaan yang dikelola dengan baik dapat menjaga komunitas tanaman tidak menjadi hamparan satu spesies, tetapi waktu dan intensitas harus diperhatikan.