China terus menunjukkan komitmennya dalam mengelola energi bersih dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI).

Pada tahun 2026, negara tersebut berencana mengoperasikan satu sistem AI canggih yang dirancang khusus untuk optimalisasi energi bersih.

>>> Diperas Cewek Open BO, ASN BPN Nekat Lompat dari Lantai 12 Apartemen

Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi energi dari sumber terbarukan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar China untuk mencapai target netralitas karbon.

Teknologi AI akan digunakan untuk memonitor dan mengelola jaringan energi secara real-time. Dengan demikian, pasokan listrik dari tenaga surya, angin, dan sumber bersih lainnya dapat dioptimalkan sesuai permintaan.

Pemerintah China telah menginvestasikan sumber daya yang besar dalam riset dan pengembangan AI untuk sektor energi. Inisiatif ini melibatkan kolaborasi antara lembaga riset, perusahaan teknologi, dan penyedia energi.

Sistem AI canggih ini diprediksi akan menjadi terobosan dalam pengelolaan energi bersih. Selain meningkatkan efisiensi, teknologi ini juga dapat mengurangi pemborosan energi dan menekan biaya operasional.

>>> Ancaman Bom di SDN Jaksel: Keluarga Pelaku Diungsikan Akibat Tekanan Sosial

China telah lama menjadi pemimpin dalam adopsi energi terbarukan, dengan kapasitas terpasang tenaga surya dan angin terbesar di dunia.

Integrasi AI diharapkan semakin memperkuat posisi China dalam transisi energi global.

Dengan sistem AI ini, China optimistis dapat mencapai target energi bersih yang ambisius pada tahun 2026.

>>> Kaki ASN BPN Putus Sebelum Tewas Jatuh dari Lantai 12 Apartemen

Langkah ini juga menjadi contoh bagi negara lain dalam memanfaatkan teknologi untuk keberlanjutan lingkungan.