Kabut asap kebakaran hutan yang memicu rekor Indeks Kualitas Udara (AQI) di wilayah Chicago pada Kamis, 16 Juli 2026, diperkirakan akan hilang pada Jumat sore.

Perubahan arah angin dari barat ke timur akan membawa udara berbahaya tersebut menjauh dari kawasan metropolitan.

>>> Boca Juniors Hadapi Sarmiento di Babak 16 Besar Copa Argentina

Meteorolog setempat melaporkan bahwa nilai AQI yang belum pernah terjadi sebelumnya melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada Juni 2023, bahkan mendekati level tertinggi global.

Kabut asap diperkirakan akan bertahan hingga Jumat pagi sebelum mulai berkurang pada sore hari.

Cuaca Panas dan Potensi Badai

Selain kabut asap, wilayah Chicago juga akan menghadapi suhu tinggi mendekati 90 derajat Fahrenheit pada Jumat, dengan kelembapan yang mendorong indeks panas ke atas 90 derajat.

Transisi cuaca ini membawa potensi hujan tersebar, badai petir, dan hembusan angin hingga 45 mil per jam, meskipun cuaca buruk tidak diperkirakan terjadi.

>>> Penguntit Shia LaBeouf Klaim Aktor Itu Klon dan Korban Perdagangan Seks

Pada Sabtu sore, front dingin diperkirakan akan memicu lebih banyak badai petir, beberapa di antaranya bisa menjadi parah dengan hembusan angin yang merusak.

Meskipun sebagian asap mungkin kembali setelah front ini, meteorolog memperkirakan asap akan tetap berada di lapisan atas atmosfer, bukan di permukaan tanah.

Setelah front tersebut, Minggu akan membawa suhu lebih dingin dengan titik tertinggi di pertengahan 80-an derajat Fahrenheit di bawah langit sebagian berawan.

>>> CF Montreal Hadapi Toronto FC di Laga Klasik Kanada Usai Piala Dunia

Suhu diperkirakan akan kembali mendekati 90 derajat Fahrenheit pada Senin dengan kemungkinan badai petir sporadis, sebelum memasuki pola suhu di bawah rata-rata pada kisaran 80-an derajat di akhir pekan.