Ribuan pegawai negeri sipil (PNS) di Thailand terancam diskors karena diduga terlibat dalam skandal kecurangan ujian pengangkatan.

Skandal ini terungkap pada Juni lalu ketika penyelidik menemukan aliran dana suap sebesar 800 ribu baht atau sekitar Rp429 juta kepada pejabat.

>>> Martha Stewart Bicara soal Makeup Artist yang Masuk 'RHONY'

Uang suap itu diduga digunakan untuk mengubah hasil ujian kandidat PNS secara elektronik agar mereka lulus ujian wajib untuk pengangkatan atau promosi.

Pejabat Kementerian Dalam Negeri Thailand, Unsit Sampuntharat, mengatakan polisi menemukan kejanggalan pada 5.814 PNS yang mengikuti ujian tersebut.

Ribuan PNS itu akan menghadapi penangguhan sambil menunggu keputusan komite, yang dijadwalkan paling cepat Jumat ini.

"Kerugiannya sangat besar, dan ini tidak adil bagi mereka yang memperoleh jabatannya secara jujur," kata Unsit.

>>> Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Ujian Berat Pasukan John Herdman

Kementerian Dalam Negeri juga akan meninjau sekitar 800 ribu kertas ujian untuk mengetahui sejauh mana dugaan penipuan.

Dua pria dan satu wanita telah ditangkap dengan tuduhan termasuk menghancurkan dan menyembunyikan dokumen resmi. Salah satu tersangka sempat melarikan diri ke Laos.

Jika terbukti bersalah, mereka terancam denda dan hukuman penjara lima tahun. Penangkapan dilakukan setelah penyelidikan gabungan selama 17 hari oleh polisi dan lembaga antikorupsi.

Perdana Menteri Anutin Charnvirakul mengecam dugaan penipuan itu sebagai sesuatu yang "menjijikkan". Ia memperingatkan adanya "lingkaran setan" di mana pejabat korup menggunakan cara curang untuk meraih kekuasaan.

>>> FIFA Selidiki Aksi Provokatif Argentina Usai Bawa Spanduk Malvinas

PNS di Thailand biasanya mendapat gaji antara Rp9,5 juta hingga Rp41 juta per bulan, tergantung pangkat.