Mendagri Tito: Integritas Kunci Cegah Korupsi Kepala Daerah
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pencegahan korupsi kepala daerah tidak cukup hanya mengandalkan pengawasan.
Menurutnya, integritas setiap kepala daerah menjadi kunci utama untuk mencegah praktik korupsi.
>>> Argentina Protes Kapal Perang Inggris Masuk Wilayah Malvinas
Hal itu disampaikan Tito usai Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7).
Ia menjelaskan, kombinasi antara sistem pengawasan yang kuat dan integritas pejabat daerah menjadi fondasi penting menekan potensi korupsi.
"Yang kita bisa lakukan kepada kepala daerah ini adalah, satu, kita melakukan retret. Tujuannya untuk menguatkan nasionalismenya, integritasnya," ujar Tito.
Ia menambahkan, pembekalan awal juga diberikan, termasuk dari KPK dan BPKP.
Pendekatan Pembinaan dan Sistem Pengawasan
Tito menegaskan kepala daerah memiliki posisi berbeda dengan pejabat dalam sistem komando karena dipilih langsung rakyat.
Karena itu, pendekatan pembinaan lebih diarahkan pada penguatan sistem dan peningkatan kapasitas penyelenggaraan pemerintahan.
Kemendagri telah membangun berbagai instrumen pengawasan, seperti Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), pedoman APBD, dan sistem pengawasan keuangan daerah.
>>> Bahlil Proyeksikan Blok Masela Sumbang Rp680 Triliun ke Kas Negara
Pemerintah bersama KPK dan Kejaksaan Agung juga mengembangkan sistem pencegahan korupsi melalui Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP).
Namun, Tito mengingatkan bahwa sebaik apa pun sistem, tetap bisa diakali di lapangan, misalnya melalui gratifikasi.
"Nah ini kan kembali kepada integritas masing-masing kepala daerah," sambungnya.
Tito juga menyoroti tingginya biaya politik dalam pilkada yang kerap menjadi isu krusial.
Ia mengusulkan penambahan biaya operasional kepala daerah dari persentase peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai terobosan.
Dengan demikian, kepala daerah memiliki dorongan meningkatkan kinerja fiskal tanpa membebani masyarakat.
>>> Pau Cubarsi Viral: Dari JIS ke Final Piala Dunia 2026
"Tapi ini perlu studi dulu, perlu pembicaraan antar-kementerian, lembaga, dan DPR," tandasnya.
Update Terbaru
Pria Florida Ditangkap FBI Terkait Skema Malware Steam Curi Kripto Rp3,4 Miliar
Jumat / 17-07-2026, 00:29 WIB
India Hadapi Inggris di ODI Kedua, Kohli Cetak 65
Jumat / 17-07-2026, 00:29 WIB
37 Orang Didakwa dalam Operasi Internasional Bongkar Jaringan Kriminal India
Jumat / 17-07-2026, 00:29 WIB
Arsenal Sepakati Transfer Christos Tzolis dari Club Brugge Rp 680 Miliar
Jumat / 17-07-2026, 00:28 WIB
AS Gelar Konferensi Global Lawan Terorisme Sayap Kiri, Menuai Kritik
Jumat / 17-07-2026, 00:28 WIB
Argentina Kalahkan Inggris, Lolos ke Final Piala Dunia
Jumat / 17-07-2026, 00:28 WIB
Ava DuVernay Garap Dokumenter Netflix tentang Amandemen ke-14
Jumat / 17-07-2026, 00:28 WIB
5 HP 3 Jutaan dengan Kamera Terbaik untuk Content Creator 2026
Jumat / 17-07-2026, 00:27 WIB
Main Game Mirip Minecraft Tanpa Install di Poki Games
Jumat / 17-07-2026, 00:27 WIB
Android 17: Ponsel yang Brilian dan Diremehkan
Jumat / 17-07-2026, 00:27 WIB
EA Dorong Pengembang Integrasikan Iklan dalam Game, Skate Jadi Contoh
Jumat / 17-07-2026, 00:22 WIB
Harga Meta Quest 4 Diprediksi Melonjak, Era Headset Terjangkau Berakhir?
Jumat / 17-07-2026, 00:22 WIB
Prinny Party: Going Overboard! Siap Rilis di Barat untuk Switch 2, Switch, PS5, dan PC
Jumat / 17-07-2026, 00:22 WIB
Asap Kebakaran Hutan Kanada Selimuti Midwest, Peringatan Kualitas Udara Berbahaya
Jumat / 17-07-2026, 00:21 WIB







