37 Orang Didakwa dalam Operasi Internasional Bongkar Jaringan Kriminal India
Jaksa federal Amerika Serikat mendakwa 37 terdakwa dan aparat penegak hukum menangkap 24 tersangka di Amerika Serikat, Kanada, dan Spanyol dalam sebuah operasi internasional besar yang menargetkan tiga jaringan kejahatan terorganisir berbasis India.
Operasi multi-lembaga global yang diberi nama Operation Hard Ball ini menyasar sindikat transnasional yang dituduh melakukan pemerasan, perdagangan narkotika, dan kejahatan kekerasan lintas batas, termasuk operasi ekstensif di California Utara.
>>> Arsenal Sepakati Transfer Christos Tzolis dari Club Brugge Rp 680 Miliar
Asisten Jaksa AS Pertama Bill Essayli merinci ancaman keamanan serius yang ditimbulkan oleh jaringan ini, yang telah memperluas jangkauan mereka jauh melampaui batas domestik ke komunitas di seluruh Amerika Utara.
"Organisasi kriminal ini telah terlibat dalam kekerasan yang meluas, termasuk pembunuhan yang ditargetkan, pemerasan, dan penculikan," kata Essayli.
Agen federal melaksanakan 23 surat perintah penggeledahan di wilayah Sacramento saja, dan mendakwa individu seperti Gurlal Singh (22) dari Stockton yang diduga terkait dengan perusahaan kriminal Bhagwanpuria.
"Organisasi-organisasi ini telah membanjiri komunitas di seluruh negeri dengan kokain dan metamfetamin dalam jumlah besar," ujar Essayli.
Target Utama: Lawrence Bishnoi
Target utama investigasi federal adalah gangster yang dipenjara, Lawrence Bishnoi, yang dituduh oleh otoritas AS menjalankan perusahaan kriminal transnasional dari penjara di Gujarat, India, menggunakan ponsel yang diselundupkan.
India menyambut baik dakwaan AS terhadap Bishnoi dan para rekannya, yang mencakup tuduhan mengarahkan pembunuhan pemimpin separatis Sikh Hardeep Singh Nijjar di Kanada pada tahun 2023, meskipun dokumen tersebut tidak menyebutkan keterlibatan pemerintah India.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Randhir Jaiswal menegaskan bahwa New Delhi dan Washington memiliki kemitraan yang kuat yang berfokus pada pengganguran sindikat kriminal transnasional dan jaringan terorisme.
Update Terbaru
Marvel Dikabarkan Incar Cooper Hoffman untuk Peran Cyclops di Reboot X-Men
Jumat / 17-07-2026, 01:42 WIB
Chicago Blackhawks Umumkan Jadwal 84 Pertandingan Musim 2026
Jumat / 17-07-2026, 01:42 WIB
West Indies Kalahkan Selandia Baru di ODI Pertama
Jumat / 17-07-2026, 01:42 WIB
Badai Petir Bawa Risiko Kebakaran dan Suhu Lebih Dingin di Washington
Jumat / 17-07-2026, 01:42 WIB
Pat McAfee Ungkap Penampilan Musisi di Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce
Jumat / 17-07-2026, 01:42 WIB
Polisi Grand Rapids Dibebaskan Setelah Tembak Pria dalam Aksi Kekerasan
Jumat / 17-07-2026, 01:37 WIB
Pria Louisiana Didakwa Secara Federal atas Pembunuhan Deputi Marshal AS
Jumat / 17-07-2026, 01:37 WIB
LeBron James Bungkam soal Masa Depan di NBA Saat Podcast
Jumat / 17-07-2026, 01:36 WIB
Anak Anjing Calon Polisi Capitol Hill Curi Perhatian
Jumat / 17-07-2026, 01:36 WIB
Zaire Wade Tidak Mengaku Bersalah atas Tuduhan KDRT, Polisi Temukan Senjata Api Tak Terdaftar
Jumat / 17-07-2026, 01:35 WIB
Ibu Kris Jenner, Mary Jo 'MJ', Meninggal di Usia 91 Tahun
Jumat / 17-07-2026, 01:35 WIB
Krisis Chip AI Ancam Pasokan Mobil, Harga DRAM Melonjak 450%
Jumat / 17-07-2026, 01:35 WIB
Deddy PDIP: Warga Perbatasan Kaltara Ancam Pindah ke Malaysia
Jumat / 17-07-2026, 01:35 WIB
Baggott Teguh Hati Cari Menit Main di Inggris hingga Rela Turun Kasta
Jumat / 17-07-2026, 01:35 WIB







