Industri otomotif kembali menghadapi krisis semikonduktor, kali ini dipicu oleh booming kecerdasan buatan (AI) yang menyedot pasokan chip memori DRAM.

Laporan konsultan Kearney mencatat lonjakan harga spot DRAM sekitar 450 persen antara September 2025 dan Januari 2026.

>>> Volvo Bisa Jadikan Pabrik Belgia sebagai Pintu Belakang Tarif untuk China

Perusahaan AI yang membangun pusat data besar-besaran menjadi penyebab utama, karena mereka membeli chip dalam jumlah masif dan mendorong harga semakin tinggi.

Ford dan General Motors telah menaikkan proyeksi pengadaan bahan baku 2026 hingga beberapa ratus juta dolar akibat kenaikan biaya chip memori.

Produsen Mobil Belum Ubah Produksi

Juru bicara VW mengatakan bahwa rantai pasokan chip memori saat ini masih utuh dan perusahaan siap mengambil tindakan jika ada gangguan.

Stellantis melalui Joachim Kahmann, SVP Global Purchasing for Electronics, menyebut perusahaan merencanakan pengadaan lebih besar untuk 2026 dan 2027, namun belum menyesuaikan produksi.

Ia memperkirakan gangguan bersifat sementara dan kondisi pasar bisa membaik pada 2028.

>>> Lamborghini Tutup Pintu untuk Transmisi Manual, Beda dengan Ferrari

Renault menyatakan optimisme bahwa industri akan beradaptasi melalui investasi berkelanjutan dan perluasan kapasitas.

BMW tidak membeli chip memori secara langsung, melainkan mengandalkan kontrak jangka panjang dengan pemasok, dan belum melihat tanda-tanda kekurangan pasokan.

Ancaman Gangguan Masih Mengintai

Meski para produsen mobil menunjukkan sikap tenang, risiko gangguan signifikan tetap ada.

Menurut ZVEI, permintaan dari pusat data AI dan waktu bertahun-tahun yang dibutuhkan untuk memperluas kapasitas produksi semikonduktor membuat tekanan harga sulit mereda dalam waktu dekat.

Hampir 90 persen pasokan DRAM global dikuasai oleh Samsung, Micron, dan SK Hynix, yang belum secara signifikan meningkatkan produksi.

>>> Honda Buka Brankas Pribadi, 19 Mobil Klasik Dilelang untuk Amal

Saat ini, mereka dapat menjual chip ke penawar tertinggi, dan seringkali perusahaan AI yang menjadi pemenangnya.