Krisis chip memori yang dipicu oleh pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) masih menjadi tantangan besar bagi perusahaan teknologi global, termasuk Google.

Krisis ini diperkirakan akan berlangsung hingga tahun 2027, yang disebut sebagai tahun paling sulit dalam sejarah industri semikonduktor.

>>> Suzuki XL7 Facelift Resmi Meluncur, Tampil Lebih Segar dan Gahar

Dampaknya, harga produk teknologi berpotensi naik untuk menekan biaya produksi yang membengkak.

Komitmen Google Cloud terhadap Stabilitas Harga

Menghadapi situasi ini, Google Cloud memastikan akan tetap memberikan layanan dan harga yang stabil bagi pengguna.

Karim Siregar, Country Director Google Cloud Indonesia, dalam acara Google Cloud Briefing pada Rabu (15/07) mengatakan bahwa tren krisis chip tentu berdampak pada pelanggan dan harga.

Namun, hal ini tidak hanya dialami Google, melainkan juga perusahaan hyperscale lainnya.

"Jadi, tentunya bukan hanya Google.

Kalau di antara kami sendiri, kami akan mencoba sebisa-bisanya untuk memastikan harga itu di level yang tepat," ujar Karim.

Meski demikian, Karim tidak menampik adanya potensi kenaikan harga di layanan Google Cloud.

>>> Steve Buscemi Bergabung dengan Pemeran Serial TV Far Cry

"Tapi kalau memang ada lonjakan harga yang sangat-sangat tinggi memang kita harus melakukan adjustment.

Kalau kita lihat memang di dunia penyediaan cloud compute itu sampai 1-2 tahun ke depan itu udah di fully boom gitu ya.

Jadi dengan demikian harganya itu bisa lebih stabil," tambahnya.

Strategi Google Mengelola Lonjakan Permintaan

Google menegaskan mampu mengelola lonjakan permintaan chip berkat jaringan pemasok (network of suppliers) yang solid.

Perusahaan tidak hanya bergantung pada satu produsen untuk membuat chip TPU maupun GPU.

"Sejauh ini kami bisa mengelola peningkatan demand tersebut dalam hal misalnya AI accelerator kami.

>>> ASUS Jual ROG Xbox Ally X20 Secara Terpisah, Tak Lagi Bundling dengan Kacamata AR

Karena kami memiliki network of suppliers atau jaringan pemasok yang cukup baik untuk kami bisa tetap memberikan solusi TPU maupun GPU kepada semua user Google Cloud," kata Moe Abdulla, Vice President of Technology and Customer Engineering, APAC, Google Cloud.