Google Cloud Tunjuk Karim Siregar sebagai Country Director Indonesia
Google Cloud resmi menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director baru di Indonesia.
Ia menggantikan Fanly Tanto yang telah menjabat sejak 2024 lalu.
>>> Jadwal Pencairan BPNT Juni 2026 dan Cara Cek Penerima
Pengumuman ini disampaikan pada Selasa (23/06).
Karim akan langsung memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di Indonesia.
Ia juga akan berfokus mendukung bisnis dan organisasi berbagai skala di Indonesia, termasuk perusahaan digital hingga perusahaan tradisional dalam memanfaatkan layanan Google Cloud.
Karim bukan nama baru di industri teknologi. Ia sudah berkecimpung selama kurang lebih 20 tahun.
Sebelum ditunjuk sebagai Country Director Google Cloud, Karim menjabat sebagai Chief Information Officer di BFI Finance dan Presiden Direktur pertama Bank Jago.
Di saat yang sama, ia juga menjabat sebagai CEO Dkatalis Digital Labs, perusahaan fintech asal Indonesia yang memiliki hub di Singapura hingga Pune.
>>> Cara Cek Desil Bansos Online, Ketahui Apakah Anda Masuk Penerima Bantuan Sosial
Nantinya, Karim akan berada di bawah kepemimpinan Mark Micallef, Managing Director Southeast Asia Google Cloud.
Micallef menyebut rekam jejak Karim yang luar biasa dalam membangun, mengelola, dan mengembangkan institusi digital di Indonesia menjadikannya sosok yang tepat untuk memimpin fase pertumbuhan berikutnya.
"Pemahamannya yang mendalam mengenai sistem digital terintegrasi, inklusi keuangan, dan kolaborasi lintas platform akan memperkuat posisi Google Cloud untuk terus menjadi mitra tepercaya bagi organisasi di Indonesia dalam memaksimalkan potensi Era Agentik," tambahnya.
Bagi Karim, nilai teknologi terletak pada kemampuannya untuk menyederhanakan kehidupan dan menghadirkan manfaat nyata bagi penggunanya.
"Organisasi di Indonesia—baik perusahaan digital native yang berkembang pesat maupun perusahaan tradisional—membutuhkan mitra terpercaya untuk membantu mereka mengintegrasikan AI yang aman ke dalam pengalaman sehari-hari pelanggan," ujarnya.
>>> Puncak HUT ke-499 Jakarta Digelar di Bundaran HI Akhir Pekan Ini
Kehadiran perusahaan diharapkan bisa membantu membangun dan mengembangkan solusi agentik yang sesuai dengan kebutuhan di atas arsitektur yang terbuka, sekaligus memastikan data sensitif tetap berada di dalam wilayah Indonesia.
Update Terbaru
Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria: RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
Selasa / 23-06-2026, 20:38 WIB
Declan Rice Sesumbar: Inggris Bisa Kalahkan Siapa Pun di Piala Dunia 2026
Selasa / 23-06-2026, 20:38 WIB
Shin Ye Eun Perkenalkan Konsep AI Home LG untuk Gaya Hidup K-Wellness
Selasa / 23-06-2026, 20:28 WIB
Galaxy S25 Ultra Diskon Besar di Amazon Prime Day 2026 India
Selasa / 23-06-2026, 20:28 WIB
Rahasia Otak yang Tetap Tajam Meski Terkena Alzheimer
Selasa / 23-06-2026, 20:28 WIB
Bisakah Tanaman Benar-benar Mendengar Hujan? Ilmuwan Temukan Hubungan Menakjubkan
Selasa / 23-06-2026, 20:28 WIB
Sinopsis See You at Work Tomorrow: Cinta Bos Dingin ala Seo In-guk dan Park Ji-hyun
Selasa / 23-06-2026, 20:28 WIB
Whirlpool 360° Bloomwash Pro 11kg Mesin Cuci Top Load dengan Pemanas Diluncurkan di India
Selasa / 23-06-2026, 20:25 WIB
BenQ Luncurkan Monitor 32 Inci 120Hz untuk Pengguna Mac di India
Selasa / 23-06-2026, 20:25 WIB
China Kembangkan Sel Bahan Bakar Batubara Tanpa Emisi, CO2 Terperangkap
Selasa / 23-06-2026, 20:24 WIB
Nippon Paint Ciptakan Cat Mobil Ultra-Hitam 99,9% Saingi Vantablack
Selasa / 23-06-2026, 20:21 WIB
Isi Surat Rahasia Mojtaba Khamenei yang Bocor dan Ungkap Iran Terpecah
Selasa / 23-06-2026, 20:21 WIB
Prabowo Ungkap Laporan Ekspor Palsu Sebabkan RI Tekor Rp16.220 Triliun
Selasa / 23-06-2026, 20:21 WIB
Mendagri: Penghargaan Pemda Jadi Pemacu Kinerja Daerah
Selasa / 23-06-2026, 20:21 WIB






