Surat korespondensi rahasia yang ditulis Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei dilaporkan bocor ke publik. Bocoran itu mengungkap perpecahan di dalam pemerintah mengenai kesepakatan damai dengan Amerika Serikat.

Bocornya surat rahasia itu bermula ketika Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Iran, Mahmoud Nabavian, melakukan wawancara dengan salah satu stasiun televisi nasional.

in1

>>> Prabowo Ungkap Laporan Ekspor Palsu Sebabkan RI Tekor Rp16.220 Triliun

Nabavian merupakan mantan anggota tim negosiasi Iran dalam putaran awal perundingan.

Saat itu, Nabavian mengaku membaca korespondensi rahasia Mojtaba. Ia berujar Mojtaba menilai tim negosiasi Iran telah melampaui mandat yang diberikan kepada mereka.

Surat yang ditujukan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian itu mengindikasikan penentangan Mojtaba terhadap hasil pembicaraan AS-Iran.

Menurut klaim Nabavian, Mojtaba mengatakan kepada Pezeshkian bahwa ia memiliki pandangan berbeda dengannya tentang hasil perundingan.

Namun, Mojtaba mengaku menghormati penilaian Pezeshkian mengenai beberapa hal. Nabavian mengungkapkan putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei tersebut sebetulnya sudah menetapkan 11 syarat untuk melanjutkan negosiasi.

Beberapa syaratnya mencakup kompensasi dari AS, hak Iran untuk pengayaan uranium, pencabutan sanksi AS, pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan, serta kedaulatan penuh Iran atas Selat Hormuz.

Menurut Nabavian, Mojtaba mau memonopoli Selat Hormuz dengan menarik tarif terhadap kapal-kapal yang lewat.

Ia juga ingin membatasi kapal-kapal musuh dan mengalokasikan hasil penarikan tarif kepada rakyat, keluarga para syahid, dan veteran.

Masih menurut Nabavian, Mojtaba juga memerintahkan agar Selat Hormuz dibuka ketika AS setuju memberikan ganti rugi ke Iran atas kerugian yang ditimbulkan selama perang.

Nabavian juga menyebut Mojtaba mendesak pembicaraan disetop karena "apa yang disepakati dalam pembicaraan di Pakistan benar-benar berbeda dengan apa yang seharusnya terjadi dan berbeda dari apa yang menjadi syarat pembicaraan."