Israel cemas Presiden AS Donald Trump menggerus kebebasan Tel Aviv di Lebanon lewat nota kesepahaman (MoU) dengan Iran di Swiss.

Dua pejabat Israel mengatakan kepada Axios bahwa MoU baru AS-Iran berpotensi merusak upaya Israel melemahkan Hizbullah Lebanon.

in1

>>> Will Arnett Marah pada Jason Bateman karena Pertanyaan Soal Buang Air Besar di Depan Amy Poehler

Tel Aviv khawatir kesepakatan itu mengikis kebebasan operasi militer Israel.

Para pejabat terusik dengan penolakan AS setiap kali Israel ingin melancarkan serangan ke Lebanon.

Tekanan dari Trump agar Israel menarik diri dari Lebanon selatan juga tidak bisa mereka terima.

Isi MoU AS-Iran

AS dan Iran meneken MoU pekan lalu yang menetapkan bahwa pertempuran di semua front, termasuk Lebanon, harus dihentikan.

Kedua negara sepakat memastikan integritas teritorial dan kedaulatan Lebanon yang terancam pendudukan Israel.

Israel menolak mematuhi MoU dengan alasan bukan pihak yang terlibat perundingan.

Serangan ke Lebanon terus diluncurkan hingga Iran marah dan mengancam menutup Selat Hormuz.

Iran juga mengancam membatalkan pembicaraan teknis damai di Swiss dengan AS.

AS turun tangan dan mendesak Israel berhenti berulah. Perundingan di Swiss lanjut pada Minggu (21/6) dengan isu Lebanon sebagai salah satu yang utama.

Berdasarkan pernyataan Qatar dan Pakistan selaku mediator, AS dan Iran sepakat membentuk unit de-konflikasi untuk memastikan operasi militer di Lebanon benar-benar berhenti.

>>> Pembantu Chris Brown Bersaksi Diserang Anjing: 'Saya Kira Saya Akan Mati'

Menurut pejabat Israel, perjanjian ini menggerus kesepakatan gencatan senjata Israel-Lebanon era Biden, di mana Tel Aviv tetap memiliki hak menanggapi ancaman Hizbullah.

Dalam perjanjian saat ini, Israel tampaknya hanya boleh bertindak pada ancaman yang kemungkinan akan terjadi.