Pasukan Israel menembak mati dua warga di Lebanon selatan pada Selasa (23/6).

Insiden ini terjadi di tengah gencatan senjata yang sudah disepakati dan nota kesepahaman (MoU) Amerika Serikat-Iran.

in1

>>> Toy Story 5 Raih Pujian Kritikus, Skor Penonton Tertinggi

Kantor Berita Nasional Lebanon NNA melaporkan pasukan Israel melepas tembakan senapan mesin ke arah warga yang berdiri di dekat eskavator di Nabatieh.

Di kota Hadatha, pasukan Israel juga menembaki warga yang dalam perjalanan ke pemakaman, namun belum ada laporan korban jiwa.

Hizbullah Kecam Tindakan Israel

Milisi Hizbullah menyebut tindakan Israel sebagai "serangan pengkhianatan" dan melanggar gencatan senjata karena menyerang warga sipil.

>>> ARC Raiders Store Update 1.34.0 Hadirkan Aeronaut Set dan Perbaikan Eksploitasi Duplikasi

Sementara itu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) membantah menyerang warga. Mereka mengklaim menargetkan "teroris bersenjata" yang mengancam pasukan Zionis di area yang disebut security zone.

"IDF akan terus melanjutkan operasi untuk memusnahkan ancaman sesegera mungkin dan tak akan mengizinkan teroris Hizbullah menyakiti warga dan tentara Israel," demikian pernyataan militer Israel dikutip Reuters.

Dalam beberapa waktu terakhir, Israel terus menggempur Lebanon meskipun ada gencatan senjata dan MoU AS-Iran.

>>> Nexon Umumkan Descendant Fest 2026 untuk The First Descendant, Undang Pertanyaan Pemain

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebelumnya mengatakan Israel punya "kebebasan penuh" untuk menggagalkan ancaman terhadap negaranya.