Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir secara tegas menolak perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.

Ia menyatakan bahwa Lebanon seharusnya menjadi arena bermain Israel.

in1

>>> Klasemen Piala Dunia 2026: Prancis dan Norwegia Pesta Gol, Sama-sama 6 Poin

"Israel tidak bisa menyetujui gencatan senjata di Lebanon," kata Ben Gvir kepada stasiun televisi publik Israel, KAN, pada Senin (22/6).

Ben Gvir meminta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menyampaikan penolakan ini kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Trump adalah teman sejati.

Kami harus memperlakukannya dengan sopan dan merangkulnya, tetapi kita perlu mengatakan kepadanya bahwa kita tidak bisa menyetujui gencatan senjata di Lebanon," ucap Ben Gvir, seperti dikutip Middle East Monitor.

"Kamilah yang membuat keputusan, dan ada hasil baik bagi para prajurit kami," tambahnya.

Sikap AS dan Hizbullah

Pada Jumat (19/6), Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada NBC News bahwa Israel setuju untuk gencatan senjata kembali dengan Lebanon.

Trump mengaku sudah bicara dengan Tel Aviv dan meminta mereka menyetujui kesepakatan tersebut.

"Ini adalah hal positif. Ini seperti pelengkap yang sempurna," kata Trump, namun enggan menjawab apakah ia telah bicara langsung dengan Netanyahu.

>>> Cara Cek PIP Juni 2026 Lewat HP Secara Online, Mudah dan Cepat

Sementara itu, seorang sumber resmi kelompok milisi Hizbullah mengatakan kepada NBC News bahwa mereka akan mematuhi gencatan senjata.

Akan tetapi, Israel disebut masih meluncurkan serangan dan mencoba bergerak lebih jauh ke wilayah Lebanon.

Penentangan Ben Gvir muncul di tengah meningkatnya perselisihan di antara pejabat Israel mengenai nota kesepahaman (MoU) antara AS dan Iran.