Ginjal merupakan organ vital yang bertugas menyaring darah dan membuang limbah metabolisme melalui urine. Ketika fungsinya menurun, racun akan menumpuk dan berpotensi fatal.

Di Indonesia, kasus gangguan ginjal terus meningkat.

in1

>>> Popok Bayi Diduga Mengandung Zat Kimia Berbahaya, Otoritas China Selidiki

Laporan 2024 mencatat lebih dari 1,5 juta orang mengalami gagal ginjal pada 2023, dengan biaya kesehatan mencapai Rp2,92 triliun.

Kerusakan ginjal sering kali bisa dideteksi dari perubahan pada urine. Berikut empat gejala yang perlu diwaspadai.

1. Urine Berbusa

Urine yang berbusa dan tidak cepat hilang, mirip busa bir, bisa menandakan proteinuria.

Menurut American Kidney Funds, kondisi ini terjadi karena filter ginjal rusak sehingga protein bocor ke urine.

2. Perubahan Warna Urine

Urine berwarna merah, pink, atau cokelat bisa mengindikasikan hematuria atau darah dalam urine. Ini sering terkait dengan kerusakan filter ginjal, batu ginjal, infeksi, atau penyakit ginjal serius.

>>> Samsung Resmi Kembangkan Solusi Penyimpanan UFS 5.0 untuk AI di Perangkat

Urine keruh menandakan infeksi, sedangkan warna cokelat tua seperti kopi atau teh menunjukkan disfungsi ginjal parah akibat penumpukan limbah.

3. Perubahan Frekuensi Buang Air Kecil

Buang air kecil lebih sedikit dari biasanya merupakan tanda umum gagal ginjal akut. Ginjal gagal menyaring cairan sehingga produksi urine menurun.

Sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil juga bisa menjadi gejala awal kerusakan ginjal. Pada kasus lanjut, produksi urine bisa berhenti total.

4. Urine Berbau Menyengat

Bau urine yang tajam dan tidak biasa dapat terjadi akibat penumpukan racun dalam tubuh, kondisi yang disebut uremia.

>>> Samsung Resmi Luncurkan UFS 5.0, Solusi Penyimpanan Tercepat untuk AI

Ini menandakan ginjal tidak mampu menyaring limbah dengan baik.