Popok Bayi Diduga Mengandung Zat Kimia Berbahaya, Otoritas China Selidiki
Otoritas China meluncurkan penyelidikan resmi setelah laporan media lokal mengungkap dugaan adanya zat kimia berbahaya dalam sejumlah produk popok bayi.
Badan pengawas pasar Beijing pada Senin (22/6) menyatakan tengah menyelidiki temuan zat yang diduga dapat menyebabkan iritasi kulit dan ruam pada bayi.
>>> Samsung Resmi Kembangkan Solusi Penyimpanan UFS 5.0 untuk AI di Perangkat
Laporan dari media China, Economic Information Daily, pekan lalu menyebutkan bahwa popok dari Huggies, Babycare, dan Bibabebe teruji positif mengandung formamida, zat beracun yang juga dapat menyebabkan pusing.
Produsen Bantah dan Ambil Langkah Hukum
Ketiga produsen popok tersebut menyatakan dalam pernyataan akhir pekan lalu bahwa tidak ada formamida yang terdeteksi setelah pengujian ulang oleh pihak ketiga.
Huggies mengatakan pada Minggu (21/6) bahwa mereka mengambil tindakan hukum atas informasi yang salah, menyesatkan, dan keliru yang merusak citra produk mereka.
>>> Samsung Resmi Luncurkan UFS 5.0, Solusi Penyimpanan Tercepat untuk AI
Badan Pengawas Pasar Negara China menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penyelidikan telah diluncurkan bersama otoritas kesehatan nasional.
"Informasi terkait akan segera diumumkan," kata badan pengawas tersebut, tanpa menyebutkan jangka waktu penyelidikan.
Belum jelas apakah popok yang dituduh mengandung formamida tersebut dijual di luar negeri atau tidak.
>>> Bocoran Terbaru Galaxy Watch Ultra 2 Ungkap Perubahan Desain
Konsumen diimbau untuk memperhatikan kondisi kulit bayi setelah menggunakan popok dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis apabila muncul gejala seperti ruam, kemerahan, atau iritasi yang tidak biasa.
Update Terbaru
Aceh Dibidik Investor Migas Global, BPMA Dorong Eksplorasi Baru
Selasa / 23-06-2026, 12:42 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 24 - 28 Juni 2026
Selasa / 23-06-2026, 12:41 WIB
Gibran Disorot Usai Mahasiswa Ngaku Terima Uang, Publik Tunggu Klarifikasi
Selasa / 23-06-2026, 12:39 WIB
Ekonom: Pasar Respons Positif Kenaikan BI Rate, Rupiah Menguat
Selasa / 23-06-2026, 12:38 WIB
Menkes Budi Pastikan Korban Penyekapan Bandung Jalani Rekonstruksi Wajah di RSHS
Selasa / 23-06-2026, 12:38 WIB
Biaya dan Minimnya Dorongan Pasar Jadi Kendala UMKM Urus Sertifikasi Halal
Selasa / 23-06-2026, 12:28 WIB
DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi
Selasa / 23-06-2026, 12:28 WIB
Wanita Brasil Dihukum Penjara karena Menguntit Jung Kook BTS
Selasa / 23-06-2026, 12:23 WIB
Poco X8 Pro Yellow Resmi di Indonesia, Desain Ikonik dan Fitur Komunikasi Tanpa Sinyal
Selasa / 23-06-2026, 12:23 WIB
Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya
Selasa / 23-06-2026, 12:22 WIB
SmartThings Segera Dukung Matter 1.6 untuk Kemudahan Setup dan Keamanan
Selasa / 23-06-2026, 12:22 WIB
Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak, Pemain dan Penonton Dievakuasi
Selasa / 23-06-2026, 12:22 WIB
Terapi Regeneratif Stem Cell: Harapan Baru Pemulihan Pasca Stroke
Selasa / 23-06-2026, 12:21 WIB
OpenAI Perluas Inisiatif Daybreak dengan Codex Security, GPT-5.5-Cyber, dan Patch the Planet
Selasa / 23-06-2026, 12:21 WIB






