Seorang pria berusia 32 tahun asal Zhejiang, China, menggugat cerai istrinya setelah pernikahan kilat yang hanya bertahan sembilan hari.

Kisah ini viral setelah dilaporkan oleh media setempat.

in1

>>> Tata Cara dan Doa Sholat Dhuha, Ibadah Sunah Penghapus Dosa

Pria bermarga Gu itu setuju menikah hanya tiga hari setelah berkenalan melalui panggilan video selama lima menit.

Keputusan terburu-buru ini diambil karena tekanan keluarga yang menginginkannya segera menikah sebagai anak tunggal.

Gu mendaftar di biro jodoh lokal dengan biaya 200 yuan (sekitar Rp525 ribu).

Biro jodoh kemudian menawarkan seorang wanita berusia 30 tahun asal Shaanxi yang diklaim tidak memiliki utang, catatan kriminal, atau penyakit serius.

Keluarga Gu mengeluarkan total biaya 265.000 yuan (sekitar Rp696 juta) untuk pernikahan ini, termasuk mahar 100.000 yuan dan biaya jasa biro jodoh 160.000 yuan.

Pernikahan resmi didaftarkan tiga hari setelah perkenalan, meski keluarga Gu belum pernah bertemu orang tua mempelai wanita.

>>> Veda Pratama Finis Kelima di Moto3 Ceko 2026 Usai Start ke-20

Kecurigaan muncul ketika biro jodoh tidak memberikan laporan kredit dan hasil pemeriksaan kesehatan yang dijanjikan.

Gu kemudian membawa istrinya ke bank dan menemukan bahwa ia memiliki utang sekitar 100.000 yuan (Rp262 juta).

Selain itu, ada perbedaan nama pada akun pembayaran digital dan pengakuan kondisi medis tertentu.

Sembilan hari setelah menikah, Gu meminta cerai.

Sang istri kemudian mengajukan gugatan cerai lebih dulu dan menuntut kompensasi 50.000 yuan (Rp131 juta) dengan alasan depresi akibat permintaan cerai suaminya.

Gu juga menggugat biro jodoh untuk meminta pengembalian biaya jasa 160.000 yuan (Rp420 juta).

>>> Aldi Satya Mahendra Ungkap Usia Ideal Mulai Karier Pembalap Motor

Namun, biro jodoh menolak dan menuduh perceraian itu sengaja direkayasa untuk mendapatkan kembali uang.