Angkatan Darat Amerika Serikat secara resmi membentuk formasi baru pekan lalu dengan menggabungkan ribuan prajurit ke dalam komando multi-domain.

Pada Kamis, AD AS secara formal menciptakan Komando Multi-Domain Divisi Infanteri ke-7 Pasifik, yang menggabungkan Satuan Tugas Multi-Domain ke-1 dengan Divisi Infanteri ke-7.

in1

>>> Harga Emas Antam 22 Juni 2026 Stagnan di Level Rp 2.668.000 Per Gram

Komando baru ini merupakan yang pertama dari jenisnya, menggabungkan pasukan darat yang sudah lama berdiri dengan formasi baru yang berfokus pada taktik perang modern yang melibatkan perang siber dan elektronik serta penggunaan drone dalam skala besar.

Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif transformasi AD AS yang lebih luas, menempatkan sekitar 12.000 prajurit di bawah komando baru yang bermarkas di Joint Base Lewis-McChord.

Konsep 'Pasukan Penutup'

Bulan lalu, Wakil Komandan Kolonel Todd Burroughs menggambarkan komando baru tersebut sebagai komando yang 'mandiri', beroperasi mirip dengan pasukan penutup.

Dalam praktiknya, komando ini akan menggabungkan misi pengintaian dan kontra-pengintaian, serta menargetkan posisi musuh dengan serangan elektronik dan siber, serta artileri, untuk membuka jalan bagi pasukan gabungan utama.

Komando ini akan menggabungkan dua tim tempur brigade Stryker Divisi Infanteri ke-7 dengan artileri jarak jauh dan kemampuan perang siber dari satuan tugas.

Bagian dari konsep ini adalah apa yang disebut AD AS sebagai 'Lapisan Kontak Lintas Domain', yang intinya melacak dan mengidentifikasi ancaman dengan cepat lalu menghancurkannya.

Mayor Jenderal Bernard J.

Harrington, pemimpin komando tersebut, mengatakan bahwa melalui konsep lapisan kontak lintas domain yang sedang berkembang, divisinya akan menggunakan kemampuan seperti kapal permukaan tak berawak, drone serangan satu arah jarak jauh, dan efek yang diluncurkan untuk menembus jaringan anti-akses/area-denial lawan.