RUU Baru Sederhanakan Status Tugas Cadangan dan Garda Nasional
Sebuah RUU baru di Senat AS bertujuan merapikan proses rumit yang menentukan tunjangan dan gaji personel Garda Nasional dan Cadangan saat dipanggil bertugas.
Selama ini, jenis misi yang ditugaskan memengaruhi pendapatan dan tunjangan personel paruh waktu tersebut.
>>> Veteran Marinir Vietnam Akhirnya Terima Medal of Honor Setelah 58 Tahun
Julian Plamann, Deputi Direktur Urusan Pemerintahan National Guard Association of the U. S.
, menjelaskan bahwa personel Garda yang bertugas kurang dari 30 hari tidak menerima tunjangan kesehatan atau perumahan.
Setelah tugas melebihi 30 hari, mereka memenuhi syarat untuk perumahan, perawatan kesehatan, poin pensiun berbeda, dan tunjangan pendidikan.
Empat Kategori Baru
RUU Duty Status Reform Act akan memangkas lebih dari 30 status tugas menjadi empat kategori luas.
Kategori I: Tugas Aktif untuk perang, darurat nasional, respons bencana, siber/senjata pemusnah massal, panggilan presiden, dan misi terencana.
Kategori II: Tugas Aktif untuk yurisdiksi disiplin, status hilang, pelatihan aktif wajib, fungsi Garda Aktif dan Cadangan.
Kategori III: Komponen Cadangan untuk pelatihan tahunan, apel, dan latihan.
Kategori III Tugas Jarak Jauh: pembelajaran daring dan tugas tanpa pengawasan.
RUU ini akan menstandarisasi gaji dan tunjangan serta memberikan kejelasan lebih tentang tugas, persyaratan kelayakan misi, dan transisi antar perintah.
Masalah Sistem Saat Ini
Plamann mengatakan tantangan terbesar untuk reformasi adalah "besarnya masalah ini," karena perubahan akan berarti mengamandemen ratusan undang-undang dan kebijakan.
Ia menambahkan bahwa "kaleng cacing ini sangat besar sehingga benar-benar menghambat kemajuan."
>>> Tiga Prajurit AS Terima Medal of Honor atas Keberanian di Vietnam dan Afghanistan
Salah satu masalah yang disoroti adalah personel cadangan dan Garda terkadang mendapat perintah berbeda meskipun ditugaskan pada misi yang sama.
Update Terbaru
Angkatan Laut AS Beri Penghargaan Mexican Border Defense Medal untuk Pelaut
Senin / 22-06-2026, 13:27 WIB
Pesawat B-52 Bawa 8 Awak Jatuh di Pangkalan Angkatan Udara Edwards
Senin / 22-06-2026, 13:27 WIB
Kecelakaan Tanker KC-46 Kedua: Kesalahan Kru Jadi Penyebab Boom Lepas
Senin / 22-06-2026, 13:22 WIB
RUU Veteran AS Berpotensi Kurangi Kompensasi Tinnitus untuk Biayai Manfaat Lain
Senin / 22-06-2026, 13:22 WIB
Program Stabilisasi SMA Bantu Prajurit Bertahan di TNI Tanpa Pindah Tugas
Senin / 22-06-2026, 13:22 WIB
Harga Pangan 22 Juni 2026: Cabai Rawit Merah Melonjak Paling Tinggi
Senin / 22-06-2026, 13:17 WIB
Gareth Bale Yakin Jose Mourinho Mampu Benahi Ruang Ganti Real Madrid
Senin / 22-06-2026, 13:15 WIB
Kompak Jadi Aib, Piala Dunia 2026 Tak Ubahnya Panggung untuk Permalukan Anak Emas AFC
Senin / 22-06-2026, 13:15 WIB
Desa Batuah: Mengelola Potensi Alam untuk Kesejahteraan Masyarakat
Senin / 22-06-2026, 13:14 WIB
Promo JSM Tip Top 22-24 Mei 2026: Diskon Besar untuk Kebutuhan Dapur
Senin / 22-06-2026, 13:14 WIB
Puasa Tasua dan Asyura 2026: Jadwal Berbeda Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU
Senin / 22-06-2026, 13:14 WIB
OJK Sita 41 Aset Terkait Kasus Pidana Perbankan Syariah BPRS Gebu Prima
Senin / 22-06-2026, 13:14 WIB
DJP Integrasikan Coretax dengan Data Perbankan hingga Listrik
Senin / 22-06-2026, 13:14 WIB
IHSG Dibuka Hijau ke 6.189, 301 Saham Menguat
Senin / 22-06-2026, 13:12 WIB






