Permintaan emas dari bank sentral global tetap tinggi, menjaga prospek harga logam mulia ini tetap positif di tengah tekanan geopolitik Timur Tengah pada Selasa, 9 Juni 2026.

Menurut data analis logam mulia di Heraeus yang dilansir Investor Daily, emas berhasil menggeser obligasi pemerintah Amerika Serikat (Treasuries) sebagai aset resmi yang paling diincar.

>>> Data SKI: 57 Persen Masyarakat Alami Masalah Gigi, Kesadaran Periksa Rendah

Lonjakan volume kepemilikan emas didorong oleh kebijakan akumulasi berskala besar yang dilakukan otoritas moneter dunia sejak beberapa tahun terakhir.

Emas Kuasai 27% Aset Resmi Global

Bank Sentral Eropa (ECB) memperkirakan emas mewakili 27% dari aset resmi global pada akhir 2025, melampaui obligasi pemerintah AS yang hanya 22%.

>>> Kesalahan Finansial yang Bikin Susah Kaya, Banyak Orang Tak Sadar

Laporan ECB menunjukkan penambahan cadangan emas mencapai 863 ton pada 2025, dan konsisten melampaui 1.000 ton per tahun sepanjang 2022-2024, meskipun sempat terhambat logistik di Selat Hormuz.

Analis Heraeus menyebut jika kondisi itu menyebabkan perlambatan ekonomi, bank sentral mungkin akan menurunkan suku bunga meskipun inflasi tinggi, sehingga suku bunga riil turun dan menguntungkan emas.

>>> Ledakan Tambang di China Picu Lonjakan Harga Batu Bara Global

JP Morgan mempertahankan proyeksi jangka panjang emas di level US$ 6.000 per troy ounce, sementara Goldman Sachs menargetkan US$ 5.400 per troy ounce hingga akhir 2026.