Hampir 60 tahun setelah memimpin tim pengintai dalam penyergapan sengit di Vietnam Selatan, Mayor (Purn) James Capers Jr akhirnya akan menerima penghargaan militer tertinggi Amerika Serikat pada Kamis ini.

Presiden Donald Trump akan menyerahkan Medal of Honor kepada Capers dalam upacara di Gedung Putih, sebagaimana dikonfirmasi seorang pejabat Gedung Putih kepada Task & Purpose.

in1

>>> Tiga Prajurit AS Terima Medal of Honor atas Keberanian di Vietnam dan Afghanistan

Aksi heroik Capers terjadi pada April 1967 saat ia memimpin tim sembilan orang dari Kompi Pengintai ke-3 menuju zona pendaratan helikopter.

Ia menderita luka parah akibat tembakan, pecahan peluru, dan patah kaki, namun tetap memimpin timnya.

Capers menolak naik ke helikopter kecuali kru juga membawa jenazah anjing militer tim. Saat helikopter kesulitan lepas landas, ia dua kali mencoba keluar agar pesawat lebih ringan.

Bukan Pahlawan Menurut Dirinya

"Itu adalah upaya menyelamatkan pasukan saya," kata Capers kepada Task & Purpose. "Ini bukan tentang Jim Capers.

Ini tentang 10 orang yang saya pimpin dan jenazah anjing yang ingin saya bawa pulang."

Tim pengintai telah bertempur selama empat hari empat malam. Banyak anggota terluka, lantai helikopter berlumuran darah, dan kopilot tertembak.

Capers rela ditinggalkan agar yang lain selamat, namun seorang prajurit menariknya kembali.

Capers awalnya menerima Bintang Perunggu dengan lambang "V" yang kemudian ditingkatkan menjadi Bintang Perak pada 2010.

>>> Ancaman Trump ke Iran Bikin Perdamaian di Swiss Goyang

Pada 26 Maret, Trump menandatangani undang-undang yang menghapus batas waktu lima tahun untuk pemberian Medal of Honor.

Penghargaan ini merupakan puncak perjuangan bertahun-tahun dari para veteran yang mengadvokasi Capers. Pejabat militer sebelumnya berargumen tidak ada informasi baru yang mendukung kenaikan penghargaan.