Kongres Amerika Serikat tengah mempertimbangkan sebuah proposal yang akan memberikan pensiun penuh dan tunjangan cacat kepada veteran tempur, namun di sisi lain memangkas kompensasi untuk veteran dengan tinnitus dan sleep apnea.

Paket undang-undang yang disebut Take Care of America’s Veterans Act ini berisi puluhan proposal legislatif untuk veteran, pengasuh, dan penyintas.

in1

>>> Program Stabilisasi SMA Bantu Prajurit Bertahan di TNI Tanpa Pindah Tugas

Salah satu yang dibundel adalah Major Richard Star Act, yang memungkinkan veteran dengan masa dinas kurang dari 20 tahun untuk menerima kompensasi cacat dan pensiun secara bersamaan.

Selama setahun terakhir, RUU Richard Star terhambat karena perdebatan soal pendanaan dan kemampuan Departemen Veteran (VA) menanggung biaya sekitar $10 miliar.

Untuk membiayainya, Kongres mempertimbangkan 'offset' dengan memotong peringkat cacat di masa depan untuk sleep apnea dan tinnitus.

Paket legislatif ini akan menerapkan perubahan aturan yang sebelumnya diusulkan pada 2022 tentang bagaimana VA menilai peringkat cacat sleep apnea dan tinnitus.

Peringkat cacat mandiri 30% untuk sleep apnea akan diganti dengan skala 0-100% berdasarkan efektivitas perawatan medis dan intervensi.

Tinnitus yang saat ini dinilai 10% akan diperlakukan sebagai gejala dari kondisi mendasar seperti gangguan pendengaran atau cedera otak traumatis.

Proposal ini menuai kritik dari pejabat organisasi veteran yang memperingatkan bahwa ini akan memberikan tunjangan kepada satu kelompok veteran sambil mengambil dari kelompok lain.

Veterans of Foreign Wars (VFW) dalam pernyataan pekan lalu menolak gagasan bahwa satu kelompok veteran harus kalah agar kelompok lain menang.

Senator Jerry Moran (R-Kan.

) mengatakan dalam pidato di Senat pada 9 Juni bahwa Major Richard Star Act belum bisa lolos karena ketidakmampuan mengimbangi biaya.