Komandan Nasional Disabled American Veterans Coleman Nee mengatakan proposal itu berarti veteran dengan tinnitus terkait dinas tidak akan menerima kompensasi cacat.

Veteran yang menggunakan alat medis saat tidur untuk mengobati sleep apnea juga akan melihat pengurangan cek cacat.

in1

Coleman mengatakan RUU itu bisa menyebabkan pemotongan tunjangan VA bagi hingga 1,5 juta veteran.

Perubahan ini akan berlaku untuk semua klaim baru serta penilaian ulang klaim yang ada.

Menurut Coleman, menghilangkan kompensasi untuk sleep apnea dan tinnitus bukanlah cerminan hasil yang lebih baik bagi veteran, melainkan keputusan berbasis anggaran yang mengalihkan beban kepada mereka yang telah berkorban.

Kepala Iraq and Afghanistan Veterans of America (IAVA) memperingatkan bahwa proposal legislatif ini bisa menjadi preseden.

Kyleanne Hunter, CEO IAVA, mengatakan hari ini tinnitus dan sleep apnea, besok bisa PTSD, migrain, kondisi paparan racun, atau kecacatan lain yang menjadi target anggaran.

Ia menekankan Kongres tidak boleh menetapkan preseden bahwa kompensasi cacat yang diperoleh dapat dikurangi setiap kali pembuat undang-undang membutuhkan offset.

Take Care of America’s Veterans Act telah diperkenalkan di DPR dan Senat pekan lalu.

Ketua Komite Veteran DPR, Perwakilan Mike Bost (R-Ill. ), sedang berupaya membawa RUU itu ke pemungutan suara segera, kata juru bicara komite Kathleen McCarthy.

>>> Gareth Bale Yakin Jose Mourinho Mampu Benahi Ruang Ganti Real Madrid

Hingga Selasa, pemungutan suara di Senat belum dijadwalkan.