Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) resmi memperluas kelayakan Mexican Border Defense Medal kepada para pelaut yang bertugas dalam operasi militer di perbatasan selatan AS.

Kebijakan ini tertuang dalam Naval Administrative Message (NAVADMIN) yang memberikan panduan baru bagi komandan untuk menyetujui pemberian medali tersebut.

in1

>>> Pesawat B-52 Bawa 8 Awak Jatuh di Pangkalan Angkatan Udara Edwards

Dengan aturan baru ini, pelaut yang ditugaskan, melekat, atau diperinci ke unit pendukung Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) selama minimal 30 hari kini memenuhi syarat.

Penugasan harus berada dalam radius 100 mil dari perbatasan Meksiko di California, Texas, New Mexico, dan Arizona, atau di perairan yang berdekatan hingga 24 mil laut dari pantai.

Sejak Januari 2025, ribuan personel militer telah dikerahkan sebagai bagian dari misi militer ke perbatasan AS-Meksiko, termasuk sejumlah pelaut.

Menurut Komando Utara AS (NORTHCOM), lebih dari 10.000 personel telah dikirim ke perbatasan, bergabung dengan sekitar 2.500 personel yang sudah berada di sana sebelum awal 2025.

Pasukan yang dikerahkan termasuk marinir dari unit tempur insinyur dan logistik di seluruh korps, serta tentara dari Divisi Lintas Udara 101 dan Divisi Gunung 10.

Sejak dimulainya pengerahan besar-besaran, pasukan telah mendirikan 'area pertahanan nasional' di sekitar pangkalan Amerika dan berlatih dengan drone kecil serta pertahanan drone, termasuk laser.

Untuk Angkatan Laut, ini mencakup beberapa kapal perang yang berpatroli di perairan pantai, termasuk kapal tempur pesisir dan bahkan kapal perusak.

Ketika USS Spruance dikerahkan pada Maret 2025, NORTHCOM menyatakan bahwa kapal tersebut membantu 'memerangi terorisme terkait maritim, proliferasi senjata, kejahatan transnasional, pembajakan, kerusakan lingkungan, dan imigrasi ilegal melalui laut.'