Angkatan Laut Amerika Serikat kembali mengoperasikan penerbangan dari Pulau Wake. Kali ini, pulau tersebut akan menjadi basis bagi pesawat patroli P-8 Poseidon.

Informasi ini terungkap dari kontrak yang dipublikasikan oleh Angkatan Laut di situs SAM. gov.

in1

>>> AS Cabut Blokade Selat Hormuz Setelah Capai Kesepakatan Damai dengan Iran

Kontrak tersebut menyebutkan bahwa pulau dan landasan udaranya akan digunakan untuk "Navy Summer Exercise 26".

Meski latihan tersebut tidak dirinci secara spesifik, P-8 Poseidon dikenal sebagai pesawat untuk misi pengintaian.

Operasi ini diawasi oleh Task Force 72, unit intai dan pengawasan utama Armada Ketujuh.

The Air Current pertama kali melaporkan rencana penggunaan Pulau Wake, menyusul laporan tentang revitalisasi lapangan udara tua dari Perang Dunia II.

Seorang juru bicara Armada Ketujuh mengatakan kepada Task & Purpose bahwa Angkatan Laut terus mempertahankan penggunaan operasional landasan udara di Pulau Wake, termasuk untuk mendukung pesawat P-8A Poseidon.

Juru bicara tersebut menambahkan bahwa kebijakan Angkatan Laut tidak membahas operasi atau pergerakan di masa depan demi keamanan operasi.

Rencana tersebut mencakup penggunaan landasan udara selama dua periode masing-masing 60 hari, mulai antara Senin, 15 Juni hingga 30 November.

Berdasarkan dokumen kontrak, Angkatan Laut menginginkan dukungan misi untuk penerbangan P-8, termasuk pengisian bahan bakar, kendali lalu lintas udara, dan pengamatan cuaca.

Selain itu, Angkatan Laut ingin memperpanjang jam operasional landasan udara di pulau tersebut.

Mereka juga menginginkan landasan udara tetap terawat untuk pesawat penumpang dan kargo yang keluar-masuk Pulau Wake selama enam bulan itu.

>>> Pasukan Garda Nasional Uji Cepat Mobilitas HIMARS dengan Latihan Lintas Negara