Angkatan Laut Amerika Serikat resmi meluncurkan misi maritim kemanusiaan dan kesiapan bencana di kawasan Indo-Pasifik. Misi ini akan singgah di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Dalam konferensi pers virtual pada Rabu, Kapten Robert Reyes mengungkapkan bahwa inisiatif bertajuk "Pacific Partnership 2026" akan menjalankan proyek kesehatan, teknik, penjangkauan, dan kesiapan bencana.

>>> Prabowo Panggil Pimpinan Bank Himbara dan Airlangga ke Istana

Kegiatan ini diharapkan bermanfaat bagi keamanan dan kesejahteraan kawasan.

Reyes menyebutkan bahwa sebanyak 300 personel misi akan berpartisipasi dalam tujuh persinggahan selama lima bulan.

"Apa yang akan kami bawa tahun ini secara keseluruhannya adalah 300 personel misi yang akan berpartisipasi dalam tujuh persinggahan misi dalam periode lima bulan," kata dia.

Sejumlah negara sekutu dan mitra AS turut menyumbangkan personel serta aset mereka. Negara-negara tersebut meliputi Australia, Kanada, Fiji, Jerman, Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Inggris.

>>> Aparat Keamanan Meksiko Jatuhkan Drone Liar di Markas Korea Selatan

"Pacific Partnership" merupakan misi kemanusiaan dan bantuan sipil multinasional tahunan terbesar di Indo-Pasifik. Program ini bertujuan meningkatkan interoperabilitas kawasan dan kapabilitas tanggap bencana.

Inisiatif ini lahir sebagai respons kemanusiaan setelah bencana tsunami besar pada Desember 2004 yang menghantam sejumlah negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

"Pacific Partnership 2026" secara resmi dimulai dengan pelepasan personel AS di San Diego, California selatan. Mereka berlayar menuju pusat koordinasi misi di Filipina pada 27 Mei lalu.

>>> Rupiah Melemah ke Rp 17.794 per Dolar AS pada 18 Juni 2026

Personel misi dijadwalkan tiba di titik perhentian pertama di Vietnam pada pertengahan Juni. Selanjutnya, mereka akan melanjutkan perjalanan ke Indonesia dan negara lainnya.