Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran direksi dan komisaris Bank Himbara serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis siang.

Airlangga mengonfirmasi bahwa dirinya dipanggil bersama jajaran direksi Bank Himbara. "Iya dengan Himbara," katanya sesaat setelah tiba di Istana.

>>> Aparat Keamanan Meksiko Jatuhkan Drone Liar di Markas Korea Selatan

Namun, Airlangga enggan mengungkapkan kisi-kisi pertemuan dengan Presiden Prabowo, termasuk kemungkinan adanya penugasan baru terhadap Bank Himbara. "Nanti kita lihat," ucapnya.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan pertemuan tersebut akan membahas topik seputar perbankan. "Tentang perbankan," ucapnya singkat.

Selain Riduan, pimpinan Bank Himbara lain yang hadir antara lain Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya, Direktur Risk Management BNI David Pirzada, Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar, Dirut BNI Putrama Wahju Setyawan, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Direktur Utama BTN Nixon L.

P. Napitupulu, dan Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy.

Turut hadir Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, CIO Danantara Indonesia Pandu Sjahrir, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani.

>>> Rupiah Melemah ke Rp 17.794 per Dolar AS pada 18 Juni 2026

Para pimpinan Bank Himbara tiba mulai pukul 14.00 WIB dan kompak mengenakan kemeja putih serta dasi biru muda.

Mereka datang sendiri-sendiri menggunakan kendaraan pribadi hingga rombongan menggunakan mobil minivan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan dirinya dipanggil Presiden tidak dalam satu pertemuan dengan pimpinan Bank Himbara. "Laporan terpisah," ucapnya.

Amran memperkirakan pertemuan dengan Presiden akan membahas harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang turun, keseimbangan pangan, dan hilirisasi.

"Diskusi masalah TBS yang beberapa hari lalu turun. Tapi, alhamdulillah sudah kembali normal.

>>> Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 di Prambanan, Diikuti 10.200 Pelari

Tapi, masih ada sedikit, mungkin sekitar 5 persen yang belum pulih sampai 10 persen. Kemudian pangan, keseimbangan pangan kita dan hilirisasinya," ucap Amran.