Dosen IPB University Jelaskan Alasan Ilmiah Tubuh Merinding
Fenomena merinding yang kerap dialami manusia sering dikaitkan dengan hal mistis atau keberadaan makhluk halus.
Namun, secara ilmiah kondisi ini dikenal sebagai piloerection, yaitu kontraksi otot kecil pada pangkal rambut.
>>> Kanada dan Qatar Berburu Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026
Ahli neurologi sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Yeni Quinta Mondiani, menjelaskan mekanisme di balik fenomena tersebut.
Menurutnya, sistem saraf otonom mengendalikan gerakan otomatis ini tanpa disadari.
"Merinding merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh yang diwariskan dari nenek moyang manusia.
Meskipun fungsi aslinya sudah tidak terlalu relevan, jalur saraf yang mengaturnya masih aktif hingga sekarang," jelas Yeni pada Kamis, 18 Juni 2026.
Bagian otak bernama amigdala menjadi pengatur utama yang mengolah emosi sekaligus berfungsi sebagai sistem alarm. Pelepasan hormon adrenalin terpicu ketika otak menangkap stimulus yang mengejutkan, mengancam, atau menakjubkan.
Hal ini menjelaskan mengapa seseorang lebih mudah merinding saat mengalami kecemasan, tekanan psikologis, atau overthinking.
>>> Rupiah Melemah ke Rp 17.794 per Dolar AS, Tertekan Faktor Eksternal
Otak tidak selalu membedakan antara ancaman fisik nyata dengan tekanan emosional seperti stres pekerjaan.
"Pada orang yang memiliki riwayat kecemasan atau trauma, respons ini dapat muncul lebih mudah karena sistem alarm di otak menjadi lebih sensitif," ujarnya.
Mekanisme Respons Terhadap Lingkungan
Sensasi merinding juga bisa muncul saat mendengarkan musik emosional karena pelepasan dopamin yang memicu rasa senang.
Saat berada di lingkungan asing, otak bekerja cepat memproses informasi seperti suhu, cahaya, suara, dan memori masa lalu.
"Ini bukan berarti seseorang sedang menerima sinyal gaib. Otak memang terus memindai lingkungan dan sering kali bekerja lebih cepat daripada kesadaran kita," terangnya.
Masyarakat diimbau tetap waspada jika merinding muncul berulang kali tanpa pemicu jelas. Pemeriksaan medis diperlukan jika diikuti gejala pusing, jantung berdebar, keringat berlebih, atau nyeri kepala.
>>> Manfaat Chemical Peeling untuk Jerawat, Kulit Ayam, hingga Stretch Mark
"Merinding bukan tanda otak mendeteksi sesuatu yang tak terlihat. Justru fenomena ini menunjukkan betapa canggihnya sistem saraf manusia dalam merespons emosi dan lingkungan sekitar," pungkasnya.
Update Terbaru
Jeffrey Hendrik Resmi Ditunjuk OJK sebagai Dirut BEI 2026-2030
Kamis / 18-06-2026, 17:50 WIB
Meksiko vs Korea Selatan: Perebutan Puncak Grup A Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 17:50 WIB
Presiden Setujui Anggaran Rp100,1 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana
Kamis / 18-06-2026, 17:50 WIB
HUT Jakarta: Pemkot Jaktim Gencarkan Kerja Bakti dan Pilah Sampah
Kamis / 18-06-2026, 17:50 WIB
Dinkes Papua Tengah Tingkatkan Kompetensi Nakes di Dogiyai
Kamis / 18-06-2026, 17:50 WIB
Menteri Perdagangan Wajibkan Pedagang E-Commerce Miliki NIB Mulai Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 17:50 WIB
Jeffrey Hendrik Resmi Jadi Dirut BEI 2026-2030, Tantangan Reformasi Pasar Modal
Kamis / 18-06-2026, 17:50 WIB
Ditjen Pajak Waspadai Potensi Kehilangan Penerimaan Negara dari Program MBG
Kamis / 18-06-2026, 17:48 WIB
NASA Tunjuk Relativity Space untuk Misi Ilmiah ke Mars
Kamis / 18-06-2026, 17:48 WIB
Huawei Siap Luncurkan MatePad Mini, Tablet Tertipis di Dunia
Kamis / 18-06-2026, 17:48 WIB
Pemprov Jateng Sediakan Kuota Sekolah Swasta Gratis bagi Warga Miskin
Kamis / 18-06-2026, 17:48 WIB
Kesepakatan AS-Iran Buka Aliran Puluhan Juta Barel Minyak ke Asia
Kamis / 18-06-2026, 17:48 WIB
Kebiasaan Sederhana untuk Tingkatkan Kualitas Tidur saat Perimenopause
Kamis / 18-06-2026, 17:48 WIB
Samsung Resmi Luncurkan Galaxy A57 5G dengan Bodi Tipis 6,9 mm di Indonesia
Kamis / 18-06-2026, 17:45 WIB






