Presiden Prabowo Subianto menyetujui anggaran pemulihan pascabencana sebesar Rp100,1 triliun untuk tiga tahun. Anggaran tersebut diberikan melalui 23 kementerian/lembaga utama dan 10 kementerian/lembaga pendukung.

Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian menyampaikan hal itu di Jakarta, Kamis.

>>> HUT Jakarta: Pemkot Jaktim Gencarkan Kerja Bakti dan Pilah Sampah

"Presiden sudah mengeluarkan direktif menyetujui total anggaran selama tiga tahun Rp100,1 triliun yang terbagi menjadi tiga tahapan," katanya.

Anggaran tersebut terbagi menjadi tiga tahap.

Tahap pertama pada 2026 sebesar Rp38,9 triliun, tahun 2027 sebesar Rp32,9 triliun, dan pada 2028 sebesar Rp28,2 triliun.

Kementerian/lembaga utama penerima anggaran meliputi Kemen PU, Kemendikdasmen, Kemenag, Kemenhub, Kementan, Kementerian KKP, hingga Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman.

Selain itu, terdapat 10 kementerian/lembaga pendukung.

Menurut Tito, sebagian besar kementerian/lembaga sudah mengajukan pencairan ke Kementerian Keuangan. Lima di antaranya telah menerima pencairan dana dan mulai menjalankan program rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Yang lainnya sedang berproses di Kementerian Keuangan.

>>> Dinkes Papua Tengah Tingkatkan Kompetensi Nakes di Dogiyai

Kami meminta dukungan dari ketua tim pengarah, anggota pengarah untuk mempercepat proses dan juga menteri keuangan untuk mempercepat proses pengajuan tersebut," ujar Tito.

Selain anggaran pusat, pemerintah daerah telah menerima Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun untuk tiga provinsi.

Rinciannya, Aceh mendapat Rp1,6 triliun, Sumatera Barat sekitar Rp2,3 triliun, dan Sumatera Utara Rp6,1 triliun.

Tito berharap anggaran tersebut dapat dimaksimalkan untuk menyelesaikan pembangunan kembali infrastruktur dan fasilitas publik terdampak bencana.

"Kami melakukan rapat langsung di Banda Aceh dengan gubernur-gubernur dan seluruh bupati, wali kota agar anggaran ini betul-betul segera digerakkan," katanya.

Sebelumnya, Tito Karnavian menyampaikan progres pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera menunjukkan capaian yang relatif baik. Sebanyak 97 persen hunian sementara telah terbangun.

Progres pemulihan terlihat dari berbagai indikator di sektor pemerintahan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, hingga penyediaan huntara.

>>> Menteri Perdagangan Wajibkan Pedagang E-Commerce Miliki NIB Mulai Juni 2026

Kepala Satuan Tugas PRR Pascabencana Sumatera itu menyebut hal-hal positif termasuk pembangunan huntara yang hampir rampung.