Warga Desa Akar-akar, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria berinisial AH (58) di kawasan Pantai Tanjung Busur.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di tepi laut dengan tubuh terikat tali dan karung berisi pasir yang digunakan sebagai pemberat.

Dugaan sementara mengarah pada tindakan bunuh diri. Dari hasil penyelidikan awal, AH diduga nekat mengakhiri hidup setelah menghadapi tekanan akibat utang yang berkaitan dengan aktivitas judi online.

Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan dua surat yang disimpan di kantong celana korban. Kedua pesan tersebut ditulis menggunakan bahasa Sasak dan berisi pesan terakhir untuk keluarga.

Dalam salah satu suratnya, AH menitipkan telepon genggam yang dibawanya agar disimpan sebagai kenang-kenangan.

"Baik-baik ya nak, itu HP dikantong celana saya jadikan kenang-kenangan dari saya, ingat suruh Jowar ambil sapi itu," tulis AH.

Pesan lainnya berisi permintaan kepada keluarga untuk menjaga diri. Korban juga menyinggung beban yang selama ini dipikulnya.

"Ijal, suruh Jowar ambil sapi ini, saya mau pergi, saya banyak beban, jaga dirimu, jangan nakal," demikian isi surat kedua.

>>> Sule Ungkap Nathalie Ajarkan Adzam soal Ayah Sambung Jelang Nikah

Kasatreskrim Polresta Mataram Iptu I Komang Wilandra menjelaskan penyidik menemukan sejumlah petunjuk yang mengarah pada persoalan keuangan yang dialami korban.

Pemeriksaan terhadap telepon genggam AH memperlihatkan adanya pesan-pesan penagihan pinjaman. Selain itu, ditemukan pula riwayat aktivitas yang berkaitan dengan judi online.

Menurut Komang, seluruh temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa korban mengambil keputusan tersebut karena tekanan ekonomi yang disertai beban psikologis.

"Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan, termasuk isi ponsel korban, kesimpulan sementara menunjukkan korban diduga kuat sengaja mengakhiri hidupnya karena tekanan ekonomi dan beban psikologis akibat jeratan judi online," kata Komang.